Jauh sebelum Indonesia merdeka, olahraga badminton atau bulutangkis sudah populer di masyarakat pribumi kala itu. Hampir di setiap daerah di Jawa ada kelompok masyarakat yang mendirikan klub badminton, bahkan di kota-kota kecil, salah satunya adalah Purworejo,Jawa Tengah. Di kabupaten ini terdapat sebuah klub badminton yang diberi nama SIAM.

Nama SIAM diambilkan dari para pendiri klub tersebut, yaitu: Sumarno, Islam, Amir, dan Mufti. Dalam perkembangannya SIAM oleh para pendirinya juga diartikan “Saras Iku Agawe Mulya”, yang artinya kurang lebih, sehat itu membuat (hidup) sejahtera dan tenteram.

Sampul majalah Kajawen tahun 1938 yang pernah memuat klub badminton asal Purworejo-repro-suwandi

Kiprah klub SIAM dimuat di Majalah Kajawen pada edisi 45, tanggal 4 Juni 1938 halaman 91.  Dalam majalah berbahasa dan beraksara Jawa, yang diterbitkan sejak tahun 1926 itu, disebutkan bahwa klub ini anggotanya putra dan putri dewasa, serta anak-anak. Salah satu pemain putri dewasa yang andal adalah Nyonya Amir. Berita lebih lengkap silakan baca majalah Kajawen koleksi Perpustakaan Tembi Rumah Budaya Yogyakarta. (*)

Konten Terkait:  Suasana Masjid Gedhe Keraton Surakarta Tahun 1928

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here