Dunia bakulan atau jualan memiliki suka duka dan dinamikanya sendiri. Menjadi bakul atau penjual itu perlu kerja keras, disiplin, ramah, bijaksana, teliti, disiplin, luwes, sekaligus juga tegas. Tema Bakulan itu diangkat perupa bernama Luddy Asthagis yang memamerkan karya rupanya di Bentara Budaya Yogyakarta, 14-22 Mei 2019. Pameran itu dibuka oleh seniman kawakan, Heri Dono dan dimeriahkan dengan pertunjukan band oleh kelompok musik Ikhlas Experience pimpinan pelukis kawakan, Putu Sutawijaya.

Tema Bakulan diangkat oleh Luddy Asthagis dengan alasan bahwa dunia ini digelutinya dalam keseharian karena ia bersama istrinya adalah pelaku bakulan itu sendiri. Oleh karena itu ia memahami benar seluk-beluk, lika-liku, pahit-getir, suka-duka, asam-manis, dan berbagai hal termasuk konflik-konflik yang terjadi dan dihadapi dalam dunia itu. Bahkan konflik itu setiap hari selalu terjadi dan jenis konfliknya bisa dikatakan juga selalu berbeda. Itulah dinamika dunia bakulan.

Pendekar, vaiable dimension, AOC, 2019, karya Luddy Asthagis-Foto-A.Sartono

Luddy juga melihat bahwa di dunia bakulan selalu ada semangat untuk bekerja (berkarya) yang kuat dan mandiri. Mau bekerja keras, berpayah-payah dan berpeluh. Tekad dan semangat semacam itu menarik bagi Luddy untuk kemudian diwujudkan dalam karya rupa dalam pameran tunggalnya di Bentara Budaya Yogyakarta. Luddy menampilkan karya dua dimensi, tiga dimensi, atau kombinasi dan perpaduan dari keduanya dalam pameran ini.

Figur-figur karikatural yang dimunculkan Luddy untuk mewadahi dan mengekspresikan idenya sarat dengan mimik dan gesture yang lucu bahkan juga satire. Dialog yang ia munculkan melalui balon kata-kata dalam material mika/plastik bening menegaskan dialog yang terjadi antarfigur yang ia munculkan atau bahkan juga antara figure dengan penikmat (apresian) karyanya.

Tangkapan Besar, 145 x 200 cm, AOC, 2019, karya Luddy Asthagis-Foto-A.Sartono

Isi dialog yang ditampilkan memang menegaskan bahwa dialog tersebut khas antara penjual dan pembeli. Beberapa kata atau kalimat yang dapat ditangkap dalam dialog itu di antaranya adalah keluhan soal harga barang yang terus naik. Ada pula isi dialog yang isinya setengah merayu supaya barang dilepaskan dengan harga yang murah. Pada intinya isi dialog adalah negosiasi, tawar-menawar, yang dalam bahasa bakulan disebut sebagai nyang-nyangan.

Trik, variable dimension, mixed media, 2019, karya Luddy Asthagis-Foto-A.Sartono

Ada ciri khas atau karakter yang kuat dalam karya-karya Luddy yang  bisa dilihat dari outline yang kuat dan jelas masing-masing benda yang dia visualisasikan. Outline semacam ini menjadi penegas dan pembeda yang jelas atas susunan berbagai macam benda/barang/figure yang dia hadirkan bersama-sama dalam satu bidang kanvas/media. Selain itu, warna-warna yang ia pilih juga kuat, tegas, dan menyolok. Pilihan warna semacam ini memiliki kelebihan tersendiri karena akan dengan segera memikat mata orang untuk segera mendekatinya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here