Hari ulang tahun selalu menjadi hari spesial untuk siapa pun. Orang boleh saja beranggapan bahwa hari ulang tahun menjadi hari berkurangnya jatah hidup bagi seseorang. Namun orang juga tidak boleh lupa bahwa hari ulang tahun adalah yang mengingatkan seseorang akan rahmat dan karunia Tuhan akan saat kehadiran, eksistensinya di muka bumi.

Oleh karenanya, hari itu, saat itu pantas dikenang dan diyukuri dengan suka cita. Persoalan panjang atau pendeknya umur bukan menjdai urusan manusia. Manusia hanya berkewajiban menghidupi dan memaknai kehidupannya dengan sebaik-baiknya, dan seluas-luasnya sebagai tanda rasa syukur atas rahmat kelahirannya di dunia.

Bilangan umur yang banyak selalu dikatakan sebagai tua. Lebih-lebih jika telah berada di atas 50 tahun. Namun bilangan angka itu tidak selalu sejajar atau paralel dengan ketidakberdayaan, keloyoan, dan kelayuan akan kinerja, prestasi, dan karya serta jasanya bagi sesama, masyarakat, dan lingkungannya.

Struggle, canvas, 140×120 cm, 2018, karya Gunawan Bonaventura-Foto-A.Sartono

Dokter Oei Hong Djien SpPA (OHD), merupakan salah satu dari sekian orang ‘sepuh’ yang memiliki karya dan jasa besar bagi masyarakat dan lingkungannya. Setidaknya bagi masyarakat dan lingkungan kaum seniman. Lebih khusus lagi bagi senirupawan. Di samping tentu, di lingkungan kesehatan masyarakat karena profesinya sebagai dokter. Pun di kalangan dunia pertembakauan karena ia juga bergerak di bidang perdagangan tembakau sekaligus ‘grader’ bagi PT  Djarum Kudus.

Ia sangat terkenal di kalangan seniman karena ia juga merupakan seorang kolektor sekaligus kurator kawakan di dunia kesenirupaan. Ia juga memiliki museum dengan koleksi lebih dari 2.000 karya rupa dari senirupawan papan atas Indonesia maupun dunia.

Potret 80, marble polyester, 23x26x53 cm, 2019, karya Dunadi-Foto-A.Sartono

Kegandrungannya pada seni rupa (terutama lukisan) menjadikannya semakin terkenal tidak saja di Indonesia, namun sudah melampaui batas negara. Ia tidak hanya memburu lukisan di pameran-pameran yang diselenggarakan di galeri-galeri, tetapi ia juga mendatangi langsung para senimannya.

Konten Terkait:  Pameran AKASSRI, Pertemuan Karya yang Saling Membangun

Ia bahkan juga pernah memburu lukisan Affandi, Widayat, dan Sudjojono hingga ke Rio de Janeiro, Brasil, karena ada duta besar dari Brasil yang gemar mengoleksi lukisan dari ketiga pelukis tersohor Indonesia itu. Bahkan di sana ia memborong 20 lukisan koleksi duta besar tersebut.

Suasana pameran Ragam Rupa OHD di Pendhapa Art Space Bantul-Foto-A.Sartono

Atas jasanya yang besar, pada ulang tahunnya yang ke-80 tahun (lahir 5 April 1939) 15 galeri/art space di Yogyakarta dan Magelang  menyelenggarakan pameran seni rupa serentak dan salah satunya diberi tajuk Ragam Rupa, Tribute to OHD 80 nan Ampuh. Pameran seni rupa Ragam Rupa ini diselenggarakan di Pendhapa Art Space, 2-10 Mei 2019 dan melibatkan 48 senirupawan. Pameran ini menampilkan keragaman karya seni lintas generasi. Diharapkan pameran ini menjadi media penggambaran perjalanan ragam seni rupa di Indonesia dan Yogyakarta pada khususnya.

(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here