Mengambil tema Wanita & Sastra pada Mei ini, penyanyi sekaligus penulis lagu, Monita Tahalea bekerja sama dengan Galeri Indonesia Kaya mempersembahkan pertunjukan yang bertajuk “Tiga Menguak Takdir dalam Melodi”, Sabtu, 11 Mei 2019, di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, Mall Grand Indoneisa, Jakarta Pusat. Pertunjukan ini juga terinspirasi dari buku kumpulan puisi karya para maestro sastra Chairil Anwar, Rivai Apin dan Asrul Sani.

Dalam acara yang berjalan kurang lebih 60 menit, Monita mengolaborasikan lagu-lagunya yang dibawakan secara akustik dengan sajak-sajak puisi dari buku Tiga Menguak Takdir karya Chairil Anwar, Rivai Apin, dan Asrul Sani.

Monita membawakan lima lagu miliknya yang berjudul Bisu, Perahu, Hope, Sesaat yang Abadi, dan Memulai Kembali, dengan sentuhan khasnya yang melankolis serta diselingi pembacaan sajak dari buku puisi sastrawan ternama itu. Adapun, beberapa puisi yang dibawakan Monita dalam kesempatan itu seperti Surat dari Ibu karya Asrul Sani, Sadjak Buat Adik karya Rivai Apin, dan Cerita Buat Dien Tamaela karya Chairil Anwar.

Monita Bawakan Lagu Barunya Berjudul Jauh Nan Teduh Foto ; Bahar Alfarisi

Selain itu, di tengah-tengah acara Monita memperkenalkan lagu terbarunya yang berjudul Jauh Nan Teduh yang merupakan lagu dari album ketiga yang akan dirilisnya dalam waktu dekat.

Pada penghujung pertunjukan, Monita berpesan kepada penonton agar lebih banyak generasi muda yang lebih mencintai dan mengapresiasi karya sastra. “Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus terus mempelajari karya sastra agar tetap lestari dan menjadi inspirasi,” ujarnya.

Monita Bacakan Puisi Chairil Anwar Foto ; Image Dynamics

Saat ditemui seusai pertunjukan, Monita mengaku lagu-lagu miliknya terinspirasi dari penggalan puisi para sastrawan Indonesia. Monita mengakui baru pertama kalinya membawakan pertunjukan seperti ini. “Deg-degan banget, karena bacain karya maestro, tapi penonton juga kelihatannya suka,” kata Monita.

Konten Terkait:  Ono Uni Menggarap Lagu Puisi dengan Lintas Genre

Buku kumpulan puisi Tiga Menguak Takdir terbit pertama kali di Balai Pustaka tahun 1950. Melalui kumpulan buku tersebut, Chairil Anwar, Rivai Apin, dan Asrul Sani membawa pembaca menyelami pemikiran dan perasaan ketiga sastrawan yang berasal dari latar belakang berbeda, tapi tetap menyatu dalam mencapai cita-cita yang mereka sebut sebagai “suatu tujuan akhir”. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here