Pemajuan kebudayaan seperti yang diamanatkan dalam UU Pemajuan Kebudayaan RI No. 5 Tahun 2017 terus coba diterapkan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul. Salah langkah yang dilakukan untuk itu adalah penyelenggaraan program Penghargaan Seniman/Budayawan, Pelestari Adat/Tradisi, dan Pelestari Cagar Budaya di Kabupaten Bantul. Program yang dilaksanakan setiap tahun dengan Dana Keistimewaan ini setahap demi setahap terus mencapai signifikansinya.

“Semoga kegiatan ini mendorong pelestarian seni budaya di Kabupaten Bantul khusunya dan Yogyakarta pada umumnya,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, Nugroho Eko Setyanto SSos MM dalam acara penerimaan Penghargaan Pelestari Seniman Budayawan dan Cagar Budaya Kabupaten Bantul di Joglo Wasito, Dusun Kweden, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul. Kegiatan itu dilaksanakan pada hari Kamis, 25 April 2019.

Penghargaan diberikan kepada tokoh/kelomok/organisasi yang memiliki komitmen/perhatian besar dalam hal pelestarian, pembinaan, pengembangan, dan pemanfaatan seni budaya khususnya di Kabupaten Bantul.

Kepala Dinas Kebudayaan Bantul, Nugroho Eko Setyanto SSos MM memberikan penghargaan kepada salah satu penerima Penghargaan Seniman Budayawan Pelestari Adat Tradisi dan Cagar Budaya Bantul-Foto-A.Sartono

Penghargaan diberikan kepada lima seniman/budayawan, lima pelestari adat/tradisi, dan lima pelestari cagar budaya. Masing-masing dari mereka adalah Sarno HS (seniman/pembina kethoprak, dhagelan, seni terbangan), Yuriah (seniwati kethoprak dan dagelan),  Daru Maheldaswara (teaterawan dan penulis), Bondan Nusantara (seniman/pembina/penulis naskah/sutradara ketoprak), dan Almarhum Ki Timbul Hadiprayitno alias KMT. Cermo Manggolo (dalang wayang kulit).

Para pelestari adat/tradisi, yaitu: Kupatan Kring Jalasutra (Piyungan), Merti Bumi Nyadran Surocolo (Pundong), Rasulan Tridhusun (Dlingo), Nyadran Makam Sewu (Pandak), dan Nguras Ennceh (Imogiri). Para pelestari cagar budaya yang mendapatkan penghargaan, yaitu: Masjid Giriloyo (Imogiri), Rumah Tradisional Limasan (Bapak Kumara-Celeb, Sanden), Candi Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran (Bambanglipuro), Situs Gunung Kelir (Pleret), dan Rumah Tradisional Joglo (Ibu Mulatinah-Mangir Lor, Pajangan).

Bertindak sebagai juri untuk seleksi para penerima penghargaan adalah sebagai berikut. Untuk Program Penghargaan Seniman/Budayawan yaitu: Slamet HS, Drs Trustho M Hum, Nugroho Eko Setyanto SSos MM, Drs Sapto Priyono MM, lan Sujanto SSn. Juri Penghargaan Pelestari Adat/Tradisi, adalah: Prof Dr Kasidi M Hum, Drs Tri Irianto, Alib Biyono SSn, Drs Yata, dan Ki Juwaraya. Sedangkan Juri Penghargaan Pelestari Cagar Budaya, yaitu: Dra Andi Riana, Willy Oktavian SS, Albertus Sartono SS, Jaka Nur Edi Purnama BA, dan Dr Ing Greg Wuryanto M Arch. (*)

Konten Terkait:  Lomba Kirab Budaya Desa Ngestiharjo Bantul

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here