Pameran seni rupa yang dilakukan untuk menyambut dan memeriahkan ulang tahun ke-80 Dokter Oei Hong Djien (OHD) SPpA dilakukan di 15 galeri di Jawa Tengah dan DIY. Oei Hong Djien lahir pada tanggal 5 April 1939.

Pameran untuk mangayubagya HUT OHD yang dilakukan di 15 galeri secara serentak ini menjadi tanda bahwa OHD merupakan sosok yang sangat penting di dunia seni rupa. Selain ia berprofesi sebagai dokter, pedagang tembakau dan grader bagi PT Djarum Kudus, ia juga seorang kolektor dan kurator seni yang tidak diragukan lagi kompetensi  dan komitmennya.

Kehadirannya sebagai kolektor dan kurator mendorongnya untuk mendirikan museum seni lukis yang di dalamnya paling tidak terdapat 2.000 karya lukis dari berbagai pelukis kelas atas Indonesia dan bahkan dunia. Tidak banyak orang yang memiliki kemampuan dan komitmen seperti OHD. Di samping tentu saja membutuhkan dana yang tidak sedikit, jejaring yang baik, juga dibutuhkan kecintaan dan komitmen luar biasa di bidang seni (lukis).

Bermain dengan Lumpur, 150×120, aoc, 2018, karya Alfi Ardyanto-Foto-A.Sartono

Membeli karya seni lukis mungkin merupakan persoalan yang mudah saja (bagi orang berduit). Akan tetapi mengkoleksi dan merawatnya dalam standar yang baik dan terus-menerus bukanlah persoalan yang gampang. Di samping dibutuhkan pengetahuan teknis, material, dan manajerial yang baik, di dalamnya selalu perlu ada komitmen. Perawatan atau pemeliharaan dalam waktu yang panjang di samping memerlukan komitmen, tentu juga membutuhkan biaya. Semuanya itu tidak mudah. Ketidakmudahan semacam itulah yang menjadi tantangan dan sekaligus dilewati oleh OHD.

Hari Perayaan, 120×140 cm, aoc, 2018, karya Anton Sutopo-Foto-A.Sartono

Pameran untuk menyambut dan memeriahkan ulang tahun OHD di antaranya dilaksanakan di Tahunmas Art Room, Kasongan, Bantul. Pameran di tempat ini dilaksanakan mulai tanggal 2-9 Mei 2019.

Konten Terkait:  Laksmana John Lie

Pameran  yang diberi tema Ekspresi Alami OHD Jaya ini diketuai oleh Dr Drs Timbul Raharjo MHum. Timbul Raharjo dalam pengantarnya antara lain menyampaikan karya perupa yang dipamerkan di Tahunmas Art Room merupakan karya-karya yang berekspresi alamiah, tanpa beban, dan kadang liar. Karya-karya yang dipamerkan sebagian besar merupakan karya perupa yang bertumbuh di luar jalur akademik namun jiwanya telah terbakar pada penciptaan seni rupa yang bebas sesuai imajinasi masing-masing.

Mbah Thekluk, 42×30, cat air di atas kertas, 2016, karya Ikhman Mudzakir-Foto-A.Sartono

Mereka itulah yang kemudian memasuki ruang terbuka untuk berekspresi, berkreasi, dan berinovasi. Mereka juga memiliki kesadaran tinggi untuk menghargai karya diri sendiri dan penuh percaya diri. Hal ini merupakan jalan ekspresi untuk mengungkapkan kegelisahan diri serta mengungkapan kegembiraan dari lubuk hati yang paling dalam. Kegembiraan yang ditularkan melalui media seni dan bertemu dengan luapan kegembiraan serta syukur atas ulang tahun OHD yang ke-80. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here