Sosrokartono, Seorang Nasionalis yang Fasih Bicara dalam 26 Bahasa Asing

0
35

Raden Mas Panji Sosrokartono lahir di Mayong, Jepara, Jawa Tengah, pada tanggal 10 April 1877.  Ayahnya bernama  Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, Bupati Jepara. Sedangkan ibunya Nyai Ngasirah istri kedua Sosroningrat. Dua tahun kemudian lahir adiknya, Raden Ajeng Kartini. Bagi Kartini, Sosrokartono adalah kakak sekaligus inspirator bagi dirinya.

Sejak kecil Sosrokartono sudah kelihatan cerdas. Ia menyelesaikan Europesche Lagere School (ELS) atau Sekolah Rendah Belanda di Jepara dan  Hogere Burger School (HBS) atau Sekolah Menengah Belanda di Semarang. Lulus HBS, melanjutkan ke Technische Universiteit Delft (TuD) atau Sekolah Teknik Tinggi di Delft, Belanda. Tetapi karena merasa tidak cocok, akhirnya pindah ke Universitas Leiden mengambil jurusan bahasa dan kesusastraan Timur.

Di sinilah Sosrokartono menemukan ruang untuk mengembangkan bakat dan minatnya di bidang bahasa. Juga kesempatan untuk menjalin hubungan dan komunikasi dengan berbagai pihak seperti para guru besar, mahasiswa dari berbagai negera lain dan juga pemuda (baik mahasiswa maupun bukan) dari Hindia Belanda sendiri. Sosrokartono selain cerdas dan tampan juga sosok yang mempunyai kepedulian tinggi terhadap sesama sehingga menjadi terkenal.

Dalam Kongres Bahasa dan Sastra Belanda ke-25 di Gent, Belgia, tanggal 29 Agustus 1899, Sosrokartono diberi kesempatan untuk berpidato. Pidato tersebut berjudul Het Nederlandsch in Indie (Bahasa Belanda di Hindia Belanda). Pidato ini menggemparkan banyak kalangan dan menjadi topik utama berbagai media. Isi pidato tersebut antara lain perbaikan di Hindia Belanda dalam segala bidang demi kesejahteraan, kemajuan dan kesetaraan penduduk Hinda Belanda.

Nama Sosrokartono pun menjadi semakin terkenal. Banyak yang bersimpati tapi tidak sedikit pula yang  membenci. Dan Sosrokartono gagal merampungkan gelar doktoralnya karena diganjal pihak-pihak tertentu. Akhirnya Sosrokartono memutuskan untuk ‘mengembara’ sekaligus memenuhi ‘panggilan jiwanya’. Berbagai pekerjaan ia jalani antara lain menjadi koresponden berbagai surat kabar dan majalah.

Sosrokartono menjadi wartawan perang pada saat Perang Dunia I meletus pada surat kabar The New York Herald-Tribune di Kota Wina Austria mulai tahun 1917. Kemampuannya menguasai berbagai bahasa di dunia sangat membantu tugasnya. Prestasi gemilangnya antara lain berhasil mendapatkan informasi detail tentang ‘perundingan perdamaian rahasia’ di Hutan Champaigne, Perancis Selatan. Perundingan ini dijaga sangat ketat dan tidak boleh disiarkan sampai perundingan resmi berlangsung. Ketika beritanya muncul tentu saja membuat gempar, tetapi penulisnya anonim hanya ada  kode’bintang 3’. Kode bintang 3 berarti penulisnya Sosrokartono.

Karier Sosrokartono yang lain adalah menjadi penerjemah di Wina untuk Liga Bangsa-bangsa (LBB) dari tahun 1919 sampai 1921. Bahkan menjadi kepala penerjemah. Hal ini tidak mengherankan karena Sosrokartono adalah poliglot (menguasai banyak bahasa). Sosrokartono menguasai 26 bahasa asing dan 10 bahasa Nusantara.

Sosrokartono juga dikenal sebagai dokter air putih, karena menjadi perantara untuk kesembuhan berbagai penyakit dengan sarana air putih. Peristiwa bermula ketika  Sosrokarono ‘dapat’ menyembuhkan anak sahabatnya yang sakit keras hanya dengan tumpangan tangan. Sadar bahwa dirinya mempunyai kemampuan telekinetis, semua kariernya ditinggalkan. Sosrokartono lebih memilih untuk  mengasah kemampuannya tersebut demi menolong banyak orang.

Setelah kurang lebih 20 tahun menggembara di negeri orang, akhirnya Sosrokartono  kembali ke Tanah Air. Atas saran ibunya Sosrokartono pergi ke Jombang, Jawa Timur, untuk memperdalam Islam sekaligus mempertajam asahan jiwanya. Akhirya Sosrokartono memutuskan tinggal di Bandung.

Sosrokartono menjadi sosok yang dihormati dan disegani. Ia menjadi juru sembuh dan penasihat bagi orang-orang yang membutuhkan. Teman diskusi yang tepat bagi para nasionalis dan pejuang. Salah satunya adalah Soekarno (presiden pertama Indonesia).

 

Judul                   : Sosrokartono. Novel Biografi R.M.P. Sosrokartono, Guru Sukarno, Inspirator Kartini

Penulis                : Aguk Irawan M.N.

Penerbit              : Imania, 2018, Tangerang

Bahasa                : Indonesia

Jumlah halaman   : 369

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here