Dengan material buku-buku yang sudah dibacanya, lembar demi lembar buku dicopot dan ditempelkan menggunakan lem sampai pada ketebalan tertentu pada spanram (kayu berbentuk segi empat yang digunakan untuk membentangkan material kain atau kanvas). Setelah itu kertas-kertas buku tersebut ditempeli dengan variasi dan diberi bentuk menggunakan ‘cutter’ hingga menjadi karya yang sempurna. Begitu teknik penciptaan karya pria asal Inggris ini.

Rob Pearce merupakan seniman asal Inggris yang telah berdomisili di Jakarta. Sejak datang tahun 1970-an hingga menetap tahun 1990-an Rob bergelut dalam dunia fotografi dokumenter, ia kemudian aktif dalam berkarya di bidang seni rupa.

Rob memamerkan sejumlah karyanya di Galeri Kertas Studio Hanafi, Jl Kampung Parung Bingung, Depok, Jawa Barat. Pameran lukisan bertema It’s All About Story: Past, Present, Future itu dibuka Rabu, 1 Mei 2019 dan akan berlangsung hingga 30 Mei mendatang.

Rob Berfoto Bersama Perupa Muda Peserta Workshop foto; Tienatalia S

Sedikitnya ada 15 karya lukisan kertas milik Rob dipamerkan antara lain She Was Nice, Very-very Nice, Did The Earth Move For Thee, She Dances With Me Still,  dan The Golden Rule. Rob menyebutkan pamerannya kali ini sebagai perayaan dari energi Jakarta yang ia dapatkan selama tinggal di carut-marut kota metropolitan ini.

“Hampir semua inspirasi dan praktik seni dari karya ini berutang pada jalanan Jakarta. Elemen-elemen yang menginspirasi diperoleh selama beberapa tahun dengan menjelahi jalan-jalan dan jembatan, suara gaduh, tempat- tempat bising yang dipenuhi oleh debu dan asap knalpot, Jakarta sudah seperti guru saya,” ungkap Rob.

Ada beberapa karya yang sangat intim bagi Rob, di antaranya karya yang dibuat siluet seperti ayahnya. Rob bercerita karena ayahnya seorang pustakawan ia sudah membaca ribuan buku dari buku ilmiah sampai novel. Rob mengaku sangat bangga pada ayahnya yang sangat bertanggung jawab kepada keluarga.

Pengunjung Pameran Lukisan Rob Pearce foto; Tienatalia S

Begitu juga karya ‘The Golden Rule’ yang merupakan representasi ibunya. “Aku sangat dekat dengan ibuku, karena itu karya itu dibuat dengan sangat indah. Aku yakin dia akan senang dengan lukisan ini,” papar Rob saat ditemui Tembi di Galeri Kertas Studio Hanafi beberapa waktu lalu.

John McGlynn, pendiri Yayasan Lontar yang hadir dalam pameran Rob mengatakan karya-karya Rob yang ditampilkan kali ini adalah karya-karya fotografis sederhana yang ia kerjakan selama beberapa dekade sebelum ini hingga karya-karya artistik yang luar biasa kompleks dan sangat bergairah. “Setiap elemen sesungguhnya adalah ‘sebuah cerita’ seperti layaknya sebuah dongeng, ia dibuat untuk dipelajari, dipahami dan memperkaya mental pembacanya,” ungkap John.

Agenda Diskusi Rob Bersama Perupa Muda foto; Tienatalia S

Selain pameran, Rob bersama Galeri Kertas Studio Hanafi melangsungkan empat agenda pameran yang berlangsung sepanjang Mei 2019, di antaranya: diskusi presentasi perupa muda bersama Rob Pearce, diskusi publik pameran Rob pearce bersama Douglas Ramage Ph.D, Hanafi, Heru Joni Putra dan Ika Kusumawardhani. Lalu sharing kolaborasi para pemusik dari Depok yang memiliki genre musik yang berbeda yaitu Lawe Samagaha, Elegi dan Dipo Jumat (10/5). Mereka akan berkolaborasi untuk menciptakan karya baru dan terakhir, workshop kertas perupa muda bersama Rob Pearce (11-15 Mei). (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here