Dalam rangka Kegiatan Pembinaan, Pengembangan Bahasa dan Sastra 2019 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan beberapa kegiatan, di antaranya adalah penyusunan antologi cerita cekak, geguritan, dan esai kebudayaan Jawa. Selain itu, Disbud DIY juga menyelenggarakan sayembara penulisan novel berbahasa Jawa.

Kegiatan-kegiatan tersebut telah dilaksanakan setiap tahun sejak tahun 2017. Diharapkan dengan kegiatan tersebut pembinaan, pengembangan bahasa dan sastra khususnya di DIY dapat berjalan dengan baik serta memberikan daya aruh yang luas bagi masyarakat.

Semua naskah yang masuk untuk kategori penyusunan antologi (cerkak, geguritan, dan esai) akan diseleksi oleh tim juri. Jika lolos seleksi maka karya akan dibukukan dalam bentuk antologi. Selain itu, masing-masing penulis yang karyanya termuat dalam antologi juga akan diberi imbalan yang pantas untuk jerih payah dan kreativitasnya.

Untuk sayembara penulisan novel berbahasa Jawa, masing-masing peserta harus mendaftarkan diri, menyerahkan curriculum vitae, serta mengajukan proposal. Untuk tahun 2019 ini proposal sayembara penulisan novel berbahasa yang masuk adalah 74 buah. Menurut panitia, tahun 2019 ini peminat sayembara penulisan novel berbahasa Jawa meningkat secara signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya, di mana tahun 2018 hanya 62 buah proposal yang masuk. Sedangkan di tahun 2017 hanya 54 proposal yang masuk. Hal ini menjadi tanda bahwa sayembara penulisan novel berbahasa Jawa ini semakin diminati oleh banyak orang.

Para calon penulis novel Jawa yang proposalnya dinyatakan lolos ialah: Abdul Afif Rosyidi, Albertus Sartono, Alexandra Indriyani Dewi, Ari Purnomo, Christina Sri Purwanti, Eko Purwanto, Fitri Merawati, Fred Wibowo, Hidratmoko Andritamtomo, Kartika, Nursisto, Puranti Wiji Rahayu, Purwanti, Rita Nugroho Dwi, Sabatina Rukmi Widiasih, Siti Aminah, Sumarno, Suwandi, Suwasti Ratri Eni Lestari, dan Umi Kuntari.

Aris Eko Nugroho dan Rully Andriadi selaku Kepala Disbud DIY dan Kepala Bidang Sejarah Bahasa Sastra dan Permuseuman Disbud DIY memberikan penjelasan kepada peserta Workshop Penulisan Novel Jawa-Foto-A.Sartono

Kedua puluh calon penulis novel Jawa ini kemudian diberi pembekalan (workshop) mulai dari tanggal 9-11 April 2019 dengan mengambil tempat di Hotel Arjuna, Jl Marga Utama (P. Mangkubumi), sebelah utara Kantor Kedaulatan Rakyat Yogyakarta.

Aris Eko Nugroho SP MSi selaku Kepala Dinas Kebudayaan DIY dalam kegiatan workshop tersebut antara lain menyampaikan bahwa penyelenggaraan sayembara penulisan novel berbahasa Jawa ini berfungsi untuk pemeliharaan dan pengembangan bahasa dan sastra Jawa, ruang kreatif, ajang silaturahmi, dan memberikan materi bahasa dan sastra yang bermutu. Ia juga menyampaikan bahwa sayembara novel berbahasa Jawa ini didanai dari Danais, yang pada tahun 2019 ini total besarannya mencapai Rp 496 milyar. Danais tidak berbentuk hibah uang, namun berupa program kegiatan.

Workshop ini menghadirkan narasumber, yakni: Aris Eko Nugroho SP MSi, Rully Andriadi SS, Drs Dhanu Priyo Prabowo M Hum, Dr Sri Harti Widyastuti M Hum, Dr Djoko Dwianto, Dr GR Lono Lastoto Simatupang MA, Ignatius Untoro, Padmono Anggoro P SSn, Budi Sardjono, Drs Ahmad Nugroho SU, dan Purwadmadi.

Diharapkan materi dari para narasumber bisa melengkapi dan mengkayakan novel berbahasa Jawa yang akan akan dituliskan oleh 20 orang yang dinyatakan lolos proposal. Dengan demikian pula diharapkan karya sastra yang diwujudkan dalam bentuk novel tersebut akan terbit sebagai karya yang benar-benar unggul, bermutu, dan memiliki kontribusi serta daya aruh yang kuat bagi dunia bahasa dan sastra Jawa khususnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here