Usia tua tidak sama dengan tidak produktif atau tidak berkarya. Itulah yang ditunjukkan oleh tiga perupa tua dalam pameran karya seni rupanya di Bentara Budaya (BBY), 23-29 April 2019. Tiga serdadu tua, yakni A Agung Suryahadi, I Wayan Sukadana, dan Abdul Ghofar memamerkan karya mereka dengan mengusung tema ‘Tiga Serdadu Tua: Bangkit, Ekspresi dalam Nuansa Tradisi’.

Black Panther, 100 x 100 cm, tinta dan akrilik di atas kanvas, karya A Agung Suryahadi-Foto-A.Sartono

Sekalipun tua, serdadu, atau paling tidak semangat serdadu yang tak kenal menyerah, tetap membara di hati tiga perupa gaek ini. Ibarat serdadu, sekalipun telah memasuki usia uzur mereka tetap dapat membidikkan bedil bahkan meriam kreatifnya seakurat serdadu muda, bahkan di dalamnya lebih terasa nuansa pengalamannya karena perjalanan kariernya.

Agung Suryahadi sebagai wakil dari tiga perupa menyampaikan,”Kami serdadu tua yang tidak mau hanya tinggal diam di masa ufuk barat, kami ingin memberikan, mewartakan, memotivasi pada generasi muda, jangan kalah berkarya dengan sesepuh ini.” Itulah motivasi sekaligus tantangan dari para generasi tua kepada generasi muda.

Buddha, 45 x 45 cm, kayu cendana, 2014, karya I Wayan Sukadana-Foto-A.Sartono

Mungkin bagi generasi milenial, karya yang dihasilkan terkesan jadul atau lawasan. Masih berkutat pada dimensi teknik tradisi-modern dan tema-tema yang cenderung ringan, tanpa konsep yang berat dan kompleks. Akan tetapi penting ditandai bahwa karya seni merupakan dialektika kebudayaan, terlepas dari menarik atau tidaknya bagi personal apresian, ia adalah pengukir makna sebuah budaya. Demikian disampaikan oleh I Gede Arya Sucitra dalam tulisan kuratorialnya atas pameran ini.

Semangat yang dibangkitkan tiga serdadu tua ini melalui pamerannya menjadi pelecut kesadaran bahwa melalui berpikir dan berkarya seni kita dapat melalui berbagai kesulitan kehidupan. Hal itu dibuktikan oleh para serdadu tua itu, yakni di usia lebih dari 60 tahun berkesenian menjadi cara mereka mengatasi atau meretas kegamangan pikiran, mengutarakan getaran emosi hati secara halus dan indah serta bernegosiasi dengan jiwa zaman yang berkembang. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here