Panduan untuk Memahami Kain Endek Bali

0
69

Kain endek adalah kain khas Bali yang dibuat secara tradisional dengan alat tenun bukan mesin (ATBM). Kain endek adalah kain tenun ikat pakan yang cara pembuatannya dilakukan dengan memberi motif pada benang pakan (benang searah lebar kain) sebelum ditenun. Pemberian motif dilakukan dengan cara mengikat bagian-bagian tertentu dari benang pakan sebelum dicelupkan sehingga terbentuk motif. Benang yang telah diikat, dicelup, dikeringkan dan digulung pada kumparan yang akan menjalin pada benang lungsi (benang yang arahnya vertikal).

Endek yang dibuat di Kabupaten Gianyar terkenal dengan nama endek Gianyar, demikian pula yang dibuat di Klungkung dikenal dengan nama endek Klungkung.

Kain endek mempunyai beragam motif. Yaitu motif geometris (seperti pagar berjejer dengan bentuk segi tiga, garis lurus dan lainnya), motif hias manusia atau figuratif, motif hias binatang, motif hias tumbuh-tumbuhan, motif hias campuran dan motif hias bebas.

Ragam hias kain endek mempunyai beberapa makna. Pertama, sebagai lambang peredaran benda-benda langit yang bagi masyarakat Bali sangat penting. Kedua, nilai atau makna magis sehingga dianggap benda suci. Kain tenun endek asli seperti endek gringsing, cepuk dan bebali dianggap dapat menjadi penolak bala. Ketiga, berhubungan dengan kekuasaan atau kekayaan. Keempat, menggambarkan tentang lingkungan hidup. Kelima, menggambarkan struktur sosial kehidupan masyarakat.

Kain endek secara umum mempunyai tiga fungsi. Pertama, fungsi keseharian, endek digunakan sebagai busana sehari-hari dan busana saat pesta, upacara adat dan upacara keagamaan. Juga untuk menghias tempat-tempat upacara di pura, rumah maupun pusat desa. Kedua, fungsi sosial budaya, sebagai kebanggaan/prestise dalam strata sosial masyarakat. Kain dengan ragam hias prada dan tenun songket adalah kain yang mempunyai nilai tinggi.

Konten Terkait:  Ayam Mangi, Menu Spesial yang Diinspirasi dari Serat Centini

Ketiga, fungsi ekonomi, kain endek diharapkan dapat memasuki pasar yang luas sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dalam hubungannya dengan ekonomi, kain endek mengalami peluasan pemakaian. Saat ini kain endek dapat digunakan sebagai busana seragam, gaun atau kemeja untuk berbagai acara, dibuat tas, dompet dan sebagainya.

Judul : Inventarisasi Perlindungan Karya Budaya Endek di Propinsi Bali
Penulis : I Wayan Suca Sumadi, dkk
Penerbit : BPNB, 2014, Bali
Bahasa : Indonesia
Jumlah halaman : xii + 108

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here