Ritual dan Dinamika Hidup Orang Rongga di NTT

0
24

Rongga merupakan satu kelompok etnik yang tinggal di Kabupaten Manggarai, Flores Barat, Nusa Tenggara Timur. Etnik Rongga terdiri atas suku-suku (clan) asli dan pendatang. Mereka menempati beberapa kampung di Kelurahan Tanarata, Watu Nggene, Desa Bamo dan Komba. Daerahnya merupakan perbukitan dan bergunung di bagian timur Manggarai.

Orang Rongga mempunyai banyak ritual dalam hidupnya, salah satunya dhasa jawa. Dhasa yang artinya makan dan jawa yang artinya jagung. Upacara dhasa jawa adalah ungkapan rasa syukur dan terima kasih atas panenan jagung. Jagung mendapat perhatian khusus dan mempunyai arti yang penting karena merupakan makanan pokok.

Upacara dhasa jawa dapat dilangsungkan di dalam maupun di luar rumah sesuai keperluannya. Pada saat upacara pembukaan bheti tua (bheti=beri/pemberian, tua=tuak, berarti pemberian atau persembahan tuak) dan lora (penerimaan sumbangan dari pihak luar sebagai pertanda ikut ritual) dilangsungkan di dalam rumah. Ritual inti dilaksanakan di tempat terbuka yaitu di kebun utama. Pokok dari ritual inti adalah persembahan hewan kurban (ayam, babi) yang kemudian dipotong dan dimasak. Sebelum dimasak dilihat dulu bagian dalam terutama jantung dan hati. Bila dalam keadaan baik pertanda permohonannya dikabulkan, demikian pula sebaliknya. Upacara penutup berupa langga inga yaitu menyantap jagung bersama-sama dilaksanakan di dalam rumah pada saat malam hari.

Dhasa jawa mempunyai makna, fungsi dan nilai tertentu yang penting. Pertama religius, yaitu ketaatan pada sesuatu yang dihayati, keramat, suci dan adikodrati. Kedua persatuan, yaitu terjalin rasa kepedulian dan persatuan yang erat pada pihak-pihak yang berkepentingan. Ketiga historis, karena dengan upacara yang biasanya dilaksanakan di rumah adat ini, orang Rongga diingatkan akan asal usulnya, kampung, sejarah dan juga klannya. Keempat estetis, yang terdengar dan terasa melalui bahasa kias, irama, aliterasi, asonansi dan lain-lain.

Ritual dhasa jawa memang mempunyai bentuk tuturan dan lagu yang khas yang bersifat formal dan baku. Melalui dhasa jawa orang Rongga juga diingatkan akan hakekat hidup, karya, serta kedudukannya sebagai manusia, dan hubungannya dengan alam serta sesama manusia.

Judul : Ritual dan Dinamika Hidup Orang Rongga. Tradisi Lisan dalam Wacana Etno-
Ekologi
Penulis : Ni Wayan Sumitri
Penerbit : Obor, 2018, Jakarta
Bahasa : Indonesia
Jumlah halaman : xvii + 123

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here