Tembi Rumah Budaya memosisikan diri sebagai rumah dokumentasi dan informasi sejarah dan budaya lewat berbagai fasilitas, program dan kegiatan. Salah satu yang memanfaatkan keberadaan Tembi adalah para mahasiswa, baik terkait karya tulis, tugas akhir maupun skripsi. Karenanya lumrah saja di perpustakaan Tembi terdapat sejumlah karya akademis para mahasiswa, baik yang meneliti terkait Tembi maupun yang memanfaatkan layanan informasi di Tembi.

Tema utama yang berkaitan dengan Tembi di antaranya tentang perannya sebagai pelestari budaya Jawa, daya tarik wisata, dan arsitektur bangunan tradisional. Sedangkan dalam pemanfaatan informasi, mahasiswa menggunakan manuskrip atau naskah Jawa di perpustakaan sebagai bahan kajian skripsinya.

Terkait peran Tembi dalam kebudayaan Jawa misalnya skripsi Dyah Kartika Artasari dari Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang pada tahun 2007, dengan judul ‘Pelestarian Budaya Jawa di Museum Jawa “Rumah Budaya Tembi” Yogyakarta Tahun 2000-2006’.

Dalam hal arsitektur ada dua skripsi yang membahasnya. Pertama, Siti Nurjannah dari Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tahun 2009, dengan judul ‘Tinjauan Bentuk dan Fungsi Arsitektur Tradisional Jawa pada Tembi Rumah Budaya’. Kedua, Devia Pratiwi dari Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan tahun 2013, dengan judul ‘Estetika Pola Ruang dan Bentuk Arsitektur Rumah Tradisional Jawa pada Kompleks Bangunan Utama Tembi Rumah Budaya di Yogyakarta’.

Beberapa skripsi tentang arsitektur dan manuskrip Jawa – Foto Barata

Tema yang paling banyak diambil berkaitan dengan pemasaran dan daya tarik wisata. Ada dua Tugas Akhir (TA). Masing-masing TA karya Uswatun Hasanah dari Program Studi Diploma Kepariwisataan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 2013, dengan judul ‘Strategi Pemasaran Berbasis Budaya dalam Upaya Melestarikan Warisan Budaya Indonesia di Tembi Rumah Budaya Yogyakarta’. Kemudian TA Dzikirina Noor Fadhilah, juga dari Program Diploma Kepariwisataan Sekolah Vokasi UGM, dengan judul ‘Penerapan Komunikasi Pemasaran Terpadu dalam Meningkatkan Kegiatan Pemasaran di Tembi Rumah Budaya Yogyakarta’.

Terkait tema serupa adalah skripsi Silvia Hanifah dari Program Studi Pariwisata Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM tahun 2013, dengan judul ‘Potensi dan Pengembangan Tembi Rumah Budaya sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Bantul’. Begitu pula karya Romiyati dari FIB UGM sebagai syarat Ahli Madya di bidang kepariwisataan pada tahun 2004, berjudul ‘Upaya Promosi Rumah Budaya Tembi untuk Menarik Kunjungan Wisatawan’.

Skripsi lainnya memanfaatkan koleksi perpustakaan Tembi. Biasanya dilakukan oleh mahasiswa bahasa Jawa. Ada dua skripsi berkaitan dengan karya sastra Jawa. Skripsi Sarjiono dari Program Studi Pendidikan Bahasa Jawa Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah FBS UNY tahun 2016, dengan judul ‘Kajian Filologi Saha Kawruh Bab Pengeting Lelampahan Wonten Teks Serat Sara Budaya’. Kemudian Linna Asmin, juga dari Program Studi Pendidikan Bahasa Jawa Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah FBS UNY tahun 2016, dengan judul ‘Kawruh Petung Wonten ing Teks Serat Etang Wariga Gemet’.

Beberapa skripsi terkait tema pemasaran dan destinasi wisata – Foto Barata

Yang agak berbeda adalah skripsi Parmadi dari Program Studi Pendidikan Seni Rupa FBS UNY tahun 2006. Judul skripsinya ‘Seni Lukis Karya Herjaka’. Masih berkaitan dengan seni tradisi, lukisan-lukisan Herjaka memang selalu memunculkan figur wayang dalam konteks kekinian. Selain sebagai pelukis profesional yang produktif, Herjaka juga bekerja di Tembi Rumah Budaya.

Karya-karya akademis ini merupakan wujud respons publik dari sisi lain terhadap keberadaan Tembi Rumah Budaya. Khususnya dalam relasi pengetahuan yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas bersama. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here