Puisi Yeni Fatmawati

0
146

Ulos, Tenun Sarat Filosofi

Berkodi-kodi aneka ragam wastra menghias garis lengkung Khatulistiwa
Kibas-kibarnya menjadi tarian pelangi kala Dewa Bayu menebar auranya
Indonesia – Negeriku memang kaya seni kriya batik dan tenun indah bermakna
Ageman anggun bagi putra-putri bangsa warisan hasta leluhur berbagai suku di Nusantara
Ulos salah satunya, tenun karya suku Batak saudara kita yang bermukim di Sumatera Utara
Lihatlah, ulos berbentuk kain lembar selendang sebagai lambang kasih sayang antara:
Orang tua dan anaknya juga kasih sayang antar sesama sesuai dengan fungsinya, juga
Untuk mengulosi jiwa tondi, ruh yang mengikat nafas kehidupan manusia dan daya jiwa
Pun memperteguh kepribadian yang memandu arah bagi kehidupan gemilang berjaya
Agar kaum lelaki berjiwa ksatria, kaum perempuan tidak mandul dan berani melawan guna-guna

Kawan, ulos bukan sekadar untuk ageman tapi corak tertentu sarat filosofi hakiki
Ulos Ragidup berderajat tertinggi dimiliki setiap keluarga lambang pengaharapan bahagia dan jaya
Ulos Ragihotang mengulosi jiwa picik, agar Tuhan memberi kebijakan padanya
Ulos sadum motivasi penyemangat agar tetap bersuka cita..
Ulos Sibolang rasta pamontan, ulos sibunga umbasang, ulos simpar, ulos mangiring… ulos pinuncaan dan ulos2 lainnya..
Wow.. begitu beragam begitu bermakna..

Kawan,
Yang kutahu ulos ditenun penenun dengan ketulusan nurani, benang emas, perak menyulam sertai..
Wahai perempuan penenun.. terimakasih untuk semangatmu..
Meskipun peluh jatuh berbulir
Walau terkadang jari jemari lusuh
Mencengkeram raga hingga tak berdaya
Kau tetap tersenyum
Dengan cintamu menenun berkriya
Semangatmu tetap jaya menggelora
‘tuk warisan luhur budaya.

Jakarta, 7 Mei 2018

Pancasila:

Kepada Generasi Muda

Nak. tahukah kamu
Pancasila lahir dengan semangat suci
Ikrar juang para pendiri negeri
Nan kibarkan merah putih
Pancasila jati diri Indonesia
Semua nyata tertanam erat dalam dada
Suluh bangsa bukan sekadar fatamorgana
Atau ujaran saat upacara bendera

Nak, jangan kau pertanyakan kembali
Tentang jati diri bangsa
Ingatlah, Pancasila sarat doa dan makna
Sila Ketuhanan ingatkan diri ‘tuk jangan lupa Tuhan
Karena Tuhan penguasa alam semesta
Ada kemanusiaan bukan kebinatangan
Persatuan bukan perpecahan
Ikhlas dan toleransi sebagai pengingat keberagaman
Kerakyatan landasan bakti penguasa
Keadilan yang dituju bukan sekadar mitos
Maupun wacana propaganda

Wahai generasi muda bangsa
Tunjukkan dunia Indonesia bangsa yang hebat
Lihatlah
Di ujung samudera kedamaian kita memuncah
Berdiri tegak di atas gunung
Kita jaga laut, kita jaga bumi
Indahnya  Indonesia, takkan kita biarkan
Indonesia hancur

Tersenyum.. tersenyumlah Bunda Pertiwi
Pemuda pemudi generasi muda bangsa
Akan terus sadari, maknai dan
Terus berjuang menjunjung tinggi
Pancasila, pedomanku, pedoman kita bersama
Pancasila sakti
Indonesia jaya

Jakarta, Juni 2018

Sebuah Jelajah

Kita, aku dan dia – berjalan berdua
Menyentuh embun hirup udara segar
Matahari menemani, hangat suam-suam
Mengawal hari yang kita titi-temali sehati

Kita sepasang merpati jelajahi episode kehidupan
Menanam pohon harapan, keyakinan pun menumbuh
Bak tanaman di sekitar  kita, berbunga warna selaksa
Adalah catatan perjalanan berujung pada kubah keabdian

Di selasar jeda rehat telapak acap kali kau berkata:
“Kita berumah dalam satu jiwa!” – kutahu itu lebih dari cinta
Lalu kita nikmati gerimis hujan yang membasuh dedaunan
Kau tersenyum menetes air tebu yang membuatku berbuah

Maka, walau langit menggantung kelamnya mendung
Gerimis ‘kan menipis meluruhkan beban-tekan duniawi
Kau menggandeng jemariku lekat berpita ikat sepakat
Terus menjelajahi hamparan nyata dan mimpi-mimpi

Cibodas, Awal Februari 2019

Timang-Timang

Turn off for: Indonesian

Detik terus berdetak
Kaki-kaki pagi melangkah siang
Mengantar senja menyapa malam
Mengalun kidung menimang putriku
Berwajah rembulan, bermata kejora
Bersama busur masa ia mendewasa

Aku termenung di sudut waktu
Kenangan itu kembali membawaku
Ketika putriku masih dalam kandunganku
Lalu ia terlahir sempurna mencahaya
Lembut lucu lidahnya kala menyusuku
Menangis lirih kala terjatuh, bangun tertatih
Terbata-bata kala belajar melafal kata-kata
Sungguh menggemaskan tingkah-polahnya
Membuatku rindu  masa-masa itu:
Melintas membekas
Mengalir mengeja rahasia alam
Dalam curahan air mata dan doa

Izinkan aku dialog dengan putriku:
Kini kau telah jadi gadis mandiri
Kau bersayap dan terbang tinggi jauh
‘tuk memetik aneka buah membiji ilmu
Terimakasih, kau mengertiku akan harapanku
Kau lebur dengan cita-citamu
Aku kuatkanmu. Kau kuatkanku dalam renjana
Terharu aku, biru rasa
Padamu, malaikat kecilku..
Mari kupeluk eraaat tubuh mungilmu
Kau tahu arti semua ini
Senyumku cintaku
Doaku selalu ada untukmu

Jakarta, Awal Maret 2019

Yeni Fatmawati, managing partner Konsultan Hukum ICLaw (Indonesian Consultant at Law). Lahir di Bandung 5 Januari 1971, ibu dari dua remaja, dan istri seorang aktivis, pebisnis, politisi senior Fahmi Idris, mantan menteri Kabinet Presiden Habibie dan Kabinet SBY-JK.

Yeni menempuh pendidikan di Universitas Pajajaran dan Executive education Program dari
Harvard Business School serta Brussel European Training Institute, mengantongi berbagai penghargaan, aktif di berbagai organisasi bidang hukum, seni dan musik. Kepak kariernya di multinational company setelah mengawali karier di konsultan hukum HHP yang berafiliasi dengan Bakern & McKenzie lawfirm (1995-2002) yaitu sebagai region counsel di PT Coca-Cola Indonesia, SVP Legal di PT GE Finance Indonesia, Corporate Affairs &Legal Director di PT Sarihusada, Danone Group dan terakhir sebagai Corporate Legal Director di PT Unilever Indonesia Tbk (2013-2015).

Kecintaannya pada tanaman membuatnya dinobatkan menjadi duta gerakan penghijauan
Jawa Barat tahun 2016. Di dunia sastra, telah menerbitkan beberapa antologi puisi: Resonansi Tiga Hati, Perempuan-Perempuan dan Aku Perempuan Musafir-Mu serta Marhabah Ya Ramadhan. Menggagas lomba menulis ICLaw Golden Pen Award: Kisah Berhikmah para Pekerja Migran Indonesia dan Lomba Cipta Cerpen Sastra Hijau.

Di bidang musik pernah menjadi Eksekutif Produser album kompilasi progressive rock bertajuk Indonesia Mahardhika. Mendapat penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2015 untuk kategori Progressive Rock sebagai Lagu dan Produser terbaik.

Di bidang seni rupa sejak kecil Yeni penikmat seni dan pengunjung museum serta art gallery di berbagai tempat dan negara dan pernah berpameran tunggal dan pameran bersama lukisan dan patung di dalam dan di luar negeri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here