Kearifan Lokal Masih Dipertahankan dalam Membuat Perahu Tradisional Ijon-Ijon

0
30

Desa Kandang Semangkon merupakan desa pesisir di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Tidak mengherankan apabila sebagian besar warganya berprofesi sebagai nelayan. Desa Kandang Semangkon juga merupakan salah satu tempat galangan kapal tradisional, baik untuk pembuatan, perawatan maupun perbaikan. Salah satu jenis perahu yang dihasilkan adalah ijon-ijon, yang khusus digunakan untuk menangkap ikan.

Galangan kapal tradisional di Kandang Semangkon pada umumnya merupakan usaha personal, bersifat nonformal sehingga tidak berbadan hukum. Keahlian dan keterampilan para pembuat perahu diperoleh secara otodidak berdasarkan pengalaman dan turun temurun. Tidak ada gambar rancangan atau desain terlebih dahulu ketika akan membuat perahu. Sarana dan prasarana yang digunakan masih relatif sederhana (kurang memanfaatkan teknologi modern).

Perahu ijon-ijon oleh masyarakat dikonotasikan sebagai perahu perempuan dengan ciri linggi tumpul/papak, dan berbadan gemuk. Terdapat simbol topeng, mata, alis, sanggul, mahkota dan bunga. Rancang bangunnya terdapat ruang untuk menyimpan, menampung, mengangkut dan mendinginkan hasil tangkapan. Karena lambung cukup besar berakibat geraknya lebih lambat. Untuk mempercepat gerakan dilakukan modifikasi pada mesin, poros, baling-baling dan sistem kemudi. Ijon-ijon dibuat indah, dengan daya tahan yang lama atau awet, serta daya apung yang tinggi. Bahan yang digunakan kayu jati, mahoni, mimbo, asam londo, akasia dan juga kayu ulin.

Masyarakat Kandang Semangkon menganggap perahu atau kapal sama dengan rumah, karena para nelayan bisa berhari-hari melaut sehingga otomatis hidup di perahu. Sebagaimana membuat rumah, dalam membuat perahu mereka juga menggunakan perhitungan-perhitungan tertentu, melakukan sesaji dan doa-doa terlebih dahulu.

Perahu ijon-ijon ini tetap diproduksi dan mampu bertahan karena beberapa alasan. Di antaranya galangan kapal dan lokasi yang strategis, terletak di pinggir pesisir, tersedia alat komunikasi dan listrik, ada pemesan atau pembeli dan yang jelas masih ditopang oleh keberadaan sumber daya manusia (pembuat perahu) dan sumber daya alam.

Judul : Perahu Tradisional Ijon-Ijon di Desa Kandang Semangkon Lamongan
Penulis : Siti Munawaroh, Ambar Adrianto, Suwarno
Penerbit : BPNB, 2017, Yogyakarta
Bahasa : Indonesia
Jumlah halaman : xii + 139

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here