Candi Borobudur merupakan salah satu karya bangsa Indonesia yang fenomenal di dunia. Candi ini merupakan candi Budha terbesar dan termegah di dunia. Eksistensinya menunjukkan bahwa pada masa lalu nenek moyang bangsa Indonesia sesungguhnya telah menjadi bangsa yang canggih, religius, dan berperadaban sangat tinggi.

Candi Borobudur dibangun di atas bukit dengan bentuk piramida berundak dan terbuat dari batuan andesit yang berjumlah lebih dari 2.000.000 blok. Bukit itu memiliki ketinggian 265 meter di atas permukaan laut. Candi bagian atas berbentuk stupa yang beralaskan tiga teras berbentuk lingkaran yang merupakan gaya arsitektur India. Sedangkan bagian bawahnya berbentuk poligon merupakan gaya arsitektur Jawa. Kedua bagian tersebut merupakan satu kesatuan dan semua bagiannya menyerupai sebuah stupa. Secara administratif Candi Borobudur berada di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah.

Stupa di Candi Borobudur mengadaptasi konsep Budha yang merupakan refleksi dari alam semesta. Untuk memahami cerita yang terpahat di candi Borobudur harus dilakukan dan berjalan searah perputaran jarum jam yang disebut dengan istilah pradaksina. Dalam ajaran agama Budha, pradaksina berarti menghormati roh-roh suci yang berada di candi.

Candi Borobudur terbagi menjadi tiga bagian, yakni bagian pertama adalah Kamadhatu yang melambangkan kehidupan duniawi dan manusia yang masih terikat oleh hawa nafsu. Hal ini dilambangkan oleh pondasi.

Puncak Candi Borobudur, bagian dari Arupadhatu-Foto-A.Sartono

Bagian kedua adalah Rupadhatu yang melambangkan kehidupan manusia yang mulai bisa mengekang hawa nafsunya tetapi masih terikat oleh bentuk dan dunia wujud (dunia nyata). Bagian yang ketiga (paling atas) disebut Arupadhatu yang melambangkan nirwana dan di dalam candi dilambangkan dengan tiga teras berbentuk lingkaran.

Candi Borobudur yang dibangun pada abad ke-9 terdiri atas 2.672 relief, 504 patung Budha, 55.000 meter kubik batu andesit, dengan ketinggian 35 meter, lebar candi 118 meter. Pada tahun 1991 Candi Borobudur tercatat sebagai World Heritage Site.

JG de Casparis membuktikan bahwa Candi Borobudur dibangun oleh Raja Samarattungga (raja Mataram Kuno dari wangsa Syailendra), sekitar 824 M. Kesimpulan JG de Casparis ini didasarkan pada Prasasti Karang Tengah dan Prasasti Kahulunan.

Akibat bencana alam yang terjadi antara abad ke-12-14 pusat kekuasaan Jawa dipindahkan ke timur karena adanya erupsi gunung berapi dan masyarakatnya bergerak menjauhi erupsi pada saat itu. Akibatnya Candi Borobudur juga ditinggalkan masyarakatnya.

Menurut sebuah sumber berupa sebuah manuskrip, orang-orang Jawa (tengah) tersebut kembali ke daerah Borobudur pada abad ke-18. Jadi, diperkirakan Borobudur ditinggalkan orang selama kurang lebih 400 tahun.

Candi Borobudur difoto akhir Desember 2018-Foto-A.Sartono

Pada tahun 1814 Gubernur Jenderal Inggris, Sir Thomas Stamford Raffles memerintahkan untuk mengidentifikasi Candi Borobudur serta melakukan perawatan. Tahun 1815 Raffles memerintahkan 200 orang pekerja untuk membersihkan candi dengan menebang pohon-pohon di sekitar candi serta mengeruk tanah dan debu yang menutupi/mengotori candi. Proyek tersebut dikerjakan selama 45 hari.

Pekerjaan ini juga dibarengi dengan kegiatan pendokumentasian dan interpretasi relief. Pada tahun 1855 relief yang tersembunyi di bagian paling bawah candi berhasil ditemukan. Relief tersebut mengandung penjelasan tentang pendirian candi yang dilakukan pada abad ke-9 pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra. (bersambung)

Sumber:
Borobudur, Inspirasi Warisan Bersejarah, Leaflet oleh PT Taman Wisata Candi.
K.T. Satake, 1935, Camera-Beelden van Sumatra, Java & Bali, Middlesbrough: Hood & Co.Ltd.

 

1 KOMENTAR

  1. Assalamualaikum..
    Terima kasih atas berbagai informasi ttg Borobudur dan ikon-ikon.. sangat menginspirasi. Senangnya bila ada org Indonesia yg membuat replika kapal tiga tiang yg tergambar di Borobudur, dibayarkan atau dibuat museum di museum bahari baik di Jakarta atau Semarang. Di Indonesia banyak milyarder dan philantropist yg bisa dimintai uluran tangannya. Jangan hanya membantu capres / caleg saja. Salam

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here