Mencipta Ruang untuk Melipat Jarak bersama Gabriela Fernandez

0
63

Oleh: Nikita Ariestyanti

Imaji apa yang terbayang olehmu saat mendengar ‘Aku, Kamu, & Dua Cangkir Teh’? Apakah itu gurau dan cengkrama di antara semerbak khas wangi teh? Atau masing-masing dari kita saling mengutarakan rahasia di tengah seruput teh? Coba bayangkan.

Gabriela Fernandez, seorang singer sekaligus songwriter berdarah Flores, memulai karya-karyanya di Kota Yogyakarta. Gabriella, yang akrab dipanggil Gebi, mulai tertarik untuk menulis lagu sejak SMA. Mengikuti passion dan ketertarikannya tersebut, Gebi membentuk sebuah solo project dalam jalur independent dengan membawa namanya sendiri, Gabriela Fernandez.

Karya musik yang diusung oleh Gebi memiliki sentuhan folk dan jazz. Di setiap penampilan solonya, Gebi biasa untuk bernyanyi, bermain gitar, sembari memainkan harmonika pada beberapa lagu. Sedangkan pada panggung-panggung besar, ia bermain gitar sambil ditemani oleh instrumentasi lain seperti cello, drum/perkusi, bass, dan terompet yang dapat membawa kesan tenang dan syahdu, ataupun ceria namun nostalgik.

Gabriela Fernandez saat melantunkan salah satu karya nya – Foto Dokumen Pribadi

Gebi adalah penutur cerita yang baik melalui musik. Ia menawarkan karya-karya yang jujur, sederhana, dan dekat dengan pengalaman sehari-hari. Kisah mengenai rumah, sepeda tua, keluarga, bahkan pencarian diri dibawakannya dengan alunan musik yang ringan dan menyenangkan seperti halnya menutur kisah keseharian. Seperti pada karya Sepeda Tua, Gebi lincah bercerita mengenai masa kecilnya yang menyenangkan. Atau pada lagu Rumah, Raga, Tawa, ia dengan syahdunya menggambarkan rasa rindu untuk pulang ke keluarga dengan mendiskripsikan anggota keluarga seperti ayah, ibu, adik, dan kakaknya.

Kisah perjalanan mencari jati diri ia ceritakan di On A Sailboat beneath the Sky. Tak lupa Gebi juga membawa momen berkesan dalam berelasi pada lagu Aku, Kamu, dan Dua Cangkir Kopi. Dari karya-karya tersebut, baru Aku, Kamu, dan Dua Cangkir Kopi dan Sepeda Tua yang sudah direkam dan dirilis secara resmi di platform digital. Beberapa karya lain masih dalam proses penggarapan, namun tetap dapat dinikmati di setiap panggung pertunjukannya.

Selain bermusik, Gebi juga menekuni seni lukis dan desain. Ia kolaborasikan passion seni visualnya tersebut dengan karya-karya musiknya. Kolaborasi tersebut mewujud ke artwork dan merchandise. Selain itu, Gebi aktif mengunggah karya-karya visualnya di platform Instagram.

Selain bermusik, Gabriela Fernandez menekuni seni lukis- Foto Dokumen Pribadi

Berangkat dari single Aku, Kamu, dan Dua Cangkir Kopi; mewujud ide untuk menyelenggarakan ‘Aku, Kamu, & Dua Cangkir Teh‘, sebuah gelaran musik hangat dan bincang santai bersama Gabriela Fernandez. ‘Aku, Kamu, & Dua Cangkir Teh‘ adalah sebuah ruang yang diciptakan Gebi untuk saling bercakap dan berinteraksi dengan teman maupun pendengarnya dalam balutan pertunjukan musik dengan suasana akrab, hangat, dan tanpa jarak.

Sejalan dengan karya-karyanya, di ruang ini Gebi ingin mengajak audiens untuk membicarakan persoalan diri masing-masing mengenai rumah, proses pencarian dan berdamai dengan diri, pengalaman, maupun perjalanan ditemani oleh secangkir teh hangat. ‘Aku, Kamu, & Dua Cangkir Teh‘ akan diselenggarakan Sabtu, 30 Maret 2019 pukul 19.30 di Museum Tembi Rumah Budaya. Meski tak berbayar, kuota pertunjukan ini dibatasi karena Gebi mengharapkan adanya keakraban dan keintiman yang terbangun dengan audiens. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here