Cerita tentang si Kabayan lahir di Tanah Pasundan, Jawa Barat. Ceritanya lucu, penuh humor dan berkisar pada kehidupan masyarakat sehari-hari. Isi cerita singkat dan padat, biasanya hanya terdiri satu peristiwa pendek. Pengarang awalnya tidak diketahui atau anonim, dan berkembang dari mulut ke mulut.

Cerita si Kabayan ini berkembang menyesuaikan zaman atau keadaaan. Tidak mengherankan apabila tokoh si Kabayan pun wataknya berubah-ubah. Bisa tampil sebagai orang cerdas, banyak akal dan rajin, dalam kesempatan lain tampil sebagai orang tolol, bodoh dan malas. Artinya si Kabayan bisa mewakili bermacam-macam watak manusia.

Cerita si Kabayan ini sebenarnya adalah kritikan terhadap kehidupan masyarakat itu sendiri. Kritikan atau nasihat itu disampaikan dengan berbaju humor, berbentuk sindiran, sehingga apa yang dikritik tersebut menjadi bahan tertawaan atau candaan, termasuk orang yang disindir atau dikritik. Dengan cara ini diharapkan apa yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik dan tidak menyakitkan hati. Seperti ungkapan, jiwa yang matang bisa menertawakan diri sendiri.

Si Kabayan adalah tokoh rekaan, tidak pernah ada dalam kehidupan nyata. Kritik ataupun sindiran tersebut juga merupakan kritik sosial bukan kritik pribadi pada seseorang. Kritikan lebih tertuju pada kepincangan-kepincangan dalam masyarakat. Cerita si Kabayan selain menghibur juga mengandung nilai pendidikan atau edukasi.

Buku ini memuat 41 cerita dengan berbagai tema. Tokohnya selain si Kabayan, ada Nyi Ietung istri Kabayan, si Bego anaknya, mertua si Kabayan, Ki Silah tetangganya yang kaya tetapi pelit, Pak Kyai seorang tokoh agama dan lain-lain. Cerita kelucuan mereka memang terasa menghibur, sekaligus mengadung nilai-nilai moral yang diperlukan dalam kehidupan.

Judul : Kabayan, Manusia Lucu
Penulis : Achdiat K. Mihardja
Penerbit : Gramedia, 1997, Jakarta
Bahasa : Indonesia
Jumlah halaman : xix + 162

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here