Di Yogyakarta ada Between Two Gates, yakni sebuah lorong (gang) dusun di Kampung Alun-alun, Kelurahan Purbayan, Kecamatan Kotagede, DIY. Lorong tersebut berada di sisi selatan kompleks Makam dan Masjid Mataram Kotagede pada jarak sekitar 500 meter.

Between Two Gates (BTG Kotagede) sesungguhnya merupakan lingkungan permukiman yang terdiri dari sembilan rumah joglo. Ruang antara pendapa dan dalem rumah-rumah joglo tersebut sambung-menyambung membentuk gang.

Salah satu gerbang yang mengapit Between Two Gates-Foto-A.Sartono

Gang yang terbentuk ini milik pribadi, namun boleh dilewati oleh umum. Hal ini menunjukkan bentuk kerukunan antarwarga. Oleh karena itu pula lorong tersebut juga dinamakan “gang rukunan”. Keberadaan gang ini diapit oleh gerbang pada kedua ujungnya sehingga lingkungan ini kemudian dikenal pula dengan nama Between Two Gates (antara dua gerbang).

Sisi dalam Between Two Gates-Foto-A.Sartono

Between Two Gates sebenarnya merupakan istilah baru yang dimunculkan pada tahun 1986 oleh Tim Peneliti Arsitektur yang kemudian menjadi populer di kalangan masyarakat. Sebelum itu gang tersebut lebih dikenal dengan nama Gang Rukunan.

Between Two Gates adalah bagian dari heritage di kawasan Kotagede. Di lingkungan ini Anda dapat juga mengamati apa yang dinamakan Bahu Dhanyang, yakni konsol (counsole) atau penyangga emperan/tritisan/cukit atap rumah dengan bentuk yang unik dan khas. (*)

Konten Terkait:  Ramadhan dalam Puisi di Tembi

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here