‘Penari dari Serdang’ novel karya Yudhistira Massardi dan ‘Simvlacrvm’ novel karya Noorca Massardi, Rabu, 20 Februari 2019 diluncurkan dalam acara Sastra Bulan Purnama di Tembi Rumah Budaya. Ditambah satu lagi, yang secara spontan dihadirkan novel berjudul ‘Rainbow Cake’ karya Rayni Massardi ikut diluncurkan sebagai opening. Jadi, tiga novel diluncurkan bersama.

Ketiga novel dibacakan sebagai tanda bahwa novel telah diluncurkan di depan publik. Novel berjudul ‘Rainbow Cake’ dibacakan oleh Christian, dan Novel berjudul ‘Penari dari Serdang’ dibacakan Yudhistira Massardi, novel berjudul ‘Simvlacrvm’ dibacakan Nunung Deni Puspitasari, seorang pemain teater.

Masing-masing novel dibacakan petikannya, karena tidak mungkin membacakan seluruh isi novel. Noorca tidak ikut membacakan petikan novel, tetapi hanya memberikan pengantar menyangkut novel yang ditulis. Simvlacrvm ditulis bersama dengan putri sulungnya Casandra Massardi.

Yopi Smong, foto Indra

Noorca mengawali menjelaskan novelnya dengan mengatakan, “Dunia milenium ketiga adalah dunia yang telah menyatu. Dunia yang mampu meleburkan ruang dan waktu. Sehingga tak ada lagi jarak. Tak ada lagi batas. Masa lalu, masa kini, dan masa depan jadi makin tersamar. Tanda dan penanda tak mudah dibedakan. Media dan pesan tak lagi terpisahkan. Dunia nyata dan jagad maya terhampar secara bersamaan”.

 

“Impian dan kenyataan berjalan paralel, berkelindan dan berpadu di depan mata. Kehidupan telah berubah. Tata nilai, etika, norma, moral, agama, budaya, tinggal sebagai cookies. Hanya disimpan sebagai bookmark. Ibarat pakaian di dalam rak. Bukan untuk dipakai sekaligus sepanjang hari. Tergantung pada klik dan kebutuhan. Tergantung pada sistem dan aplikasi,” kata Noorca Massardi.

 

Petikan novel karya Noorca dibacakan Nunung Deni Puspitasari, seorang pemain teater, yang sudah sering menggarap karya sastra menjadi satu pertunjukan di Sastra Bulan Purnama, bukan hanya karya Noorca, tetapi karya penyair lain, bahkan termasuk geguritan dia garap menjadi pertunjukan tari, yang dia sebut sebagai geguritan-tari.

 

Ini kali, dia membaca petikan novel karya Noorca, dia tidak menggarap sebagai satu pertunjukan teater, melainkan sepenuhnya dia bacakan. Mengenakan, kaos warna putih yang bertuliskan simvlacrvm warna merah dan celana jeans, ia tampil secara bagus, sehingga terasa sekali, bahwa Nunung berusaha ‘menghidupkan’ novel dalam satu pertunjukan.

Konten Terkait:  Noorca dan Yudhis Tampil Di Sastra Bulan Purnama

Yudhis, yang dikenal sebagai sastrawan dan wartawan, membacakan petikan novelnya. Mungkin karena dia telah menghayati karakter tokoh dalam novel yang dia tulis, sehingga seolah tokoh tersebut seperti dihadirkan dalam pertunjukan.

Nunung Deni Puspitasari, foto Indra

Karena Noorca dan Yudhis tidak hanya menulis novel, tetapi juga menulis puisi, maka peluncuran novel karya keduanya juga diisi dengan penampilan lagu puisi karya Noorca dan Yudhis oleh penampil yang berbeda. Dua puisi Noorca dilagukan dengan petikan gitar oleh Yopi Smong.

Sedang 4 puisi karya Yudhis dilagukan dengan pilihan yang berbeda. Pada penampilan pertama, dua puisi disajikan laiknya lagu puisi, dan pada penampilan kedua, sekaligus sebagai penutup acara, dua puisi Yudhis disajikan dalam bentuk keroncong. Puisi Yudhis, seringkali ditafsirkan dalam bentuk yang berbeda, terutama dalam interaksinya dengan musik. Bahkan biasanya, disajikan dalam pilihan rock, yang ia sebut sebagai puisi rock.

Khusus novel Rainbow Cake yang ditulis Rayni Massardi dan Christian AS, sengaja ditampilkan secara spontan tanpa sepengetahuan Rayni, tapi Christian tahu. Begitu secara spontan Rayni diberi hadiah dari Tembi, dia agak kaget dan tidak tahu untuk apa diberi hadiah, dan ketika dibuka isinya novel Rainbow Cake dan kaos warna hitam bertuliskan Rainbow Cake, Rayni tak bisa berkata-kata. Dalam situasi seperti itu, Christian muncul dari belakang untuk membacakan petikan novel karyanya yang ditulis bersama Rayni.

Noorca, suami Rayni yang memberikan spontanitas pada istrinya tersenyum, dan lagi-lagi, Rayni terlihat masih galau, mungkin sekaligus jengkel dikerjain, dan sekaligus bahagia, karena novelnya sudah tersedia, dan diluncurkan bersama.

Dan, malam peluncuran novel karya Noorca bersama Yudhis digenapi novel karya Rayni. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here