Akulturasi budaya banyak terjadi di Indonesia, termasuk pengaruh kuliner dari Tiongkok, yang biasa disebut dengan chinese food. Mie goreng, bakmi ayam, kemudian aneka sayur segar yang diolah sederhana dengan teknik cah atau tumis adalah jenis makanan chinese food yang paling diminati banyak orang.

Bistik Sapi ala Kim Lai Pontianak-Foto oleh Natalia S

Kekhasan cita rasanya tidak lepas dari keahlian juru masaknya yang sangat jeli terhadap teknik memasak berbagai masakan, memilih wajan, hingga penggunaan api ketika memasak pun menjadi unsur paling penting di rumah makan chinese food.

Sebagian besar pengolahan sayur dan daging adalah cah atau tumis, sehingga sayur dan daging pun harus selalu segar. Selain itu, penggunaan bumbu khas seperti kecap asin, kecap inggris, minyak wijen, kecap ikan, saus tiram, angciu (arak Cina) akan selalu ada.

Cumi Asam Manis ala Kim Lai Pontianak-Foto oleh Natalia S

Harga masakan chinese food di restoran pun tergolong bervariasi, ada yang relatif mahal bahkan ada yang relatif murah yang disebabkan berbagai faktor. Dari keahlian sang juru masak, menu sajian, teknik memasaknya bahkan sampai daerah atau lokasi pun bisa menjadi pertimbangan dalam menentukan harga. Sehingga chinese food dapat dinikmati berbagai kalangan.

Juru Masak Kim Lai Pontianak-Foto oleh Natalia S

Di bilangan Jakarta Barat, di Jalan Rawa Belong, ada rumah makan chinese food yang terbilang relatif murah. Capcay goreng, kwetiau goreng, bistik sapi, dan cumi asam manis menjadi pilihan Tembi.

Ketika Tembi meminta tagihan, cukup terkejut karena 4 menu lengkap dengan nasi dan minum hanya menghabiskan Rp 80.000. Meski harganya tergolong relatif murah namun cita rasanya tidak murahan bahkan tidak kalah dengan restoran chinese food yang mahal.

Rumah Makan Kim Lai Pontianak-Foto oleh Natalia S

Tempatnya sederhana, hanya 2 ruko kecil berukuran 9 m2. Satu ruko untuk memasak dan satu ruko lainnya disediakan meja dan kursi bagi tamu yang datang. Rumah makan tersebut bernama Kim Lai Pontianak.

Steven Febrian, pemilik rumah makan tersebut menjelaskan bahwa nama Kim Lai memiliki arti yaitu “kim” berarti emas dan “lai” berarti datang, ia berharap rumah makan tersebut dapat mendatangkan hoki (keberuntungan).

Kwetiau Goreng ala Kim Lai Pontianak-Foto oleh Natalia S

Steven membuat harga menu makannya cukup terjangkau, agar bisa dinikmati oleh mahasiswa, pekerja dan masyarakat sekitar. Lokasinya tidak jauh dari kampus, perkantoran dan kos-kosan. Harganya mulai dari Rp 17.000 saja. Jadi, masih bisa makan enak dan sehat meski keadaan kantong menipis.

Usaha Steven yang berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat, ini berdiri sejak tahun 2006. Saat ini ia mengaku omzetnya kini mencapai kurang lebih 300 porsi atau, sekitar 3-5 juta rupiah per hari. (*)

PETA LOKASI:

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here