Merdeka adalah keinginan setiap orang, tak seorang pun mau dijajah. Perang Kemerdekaan di Indonesia (1945-1949) adalah peristiwa di mana kemerdekaan dipertahankan. Buku berjudul Orang-orang di Garis Depan ini menceritakan tentang mereka yang berada di garis depan dalam kancah Perang Kemerdekaan. Baik mereka yang waktu itu menyandang status tentara, laskar atau rakyat sipil.

Secara khusus buku ini membahas pelaku-pelaku Perang Kemerdekaan yang ‘tidak’ atau ‘kurang’ dikenal, bahkan ‘dilupakan’. Hal ini dapat terjadi, karena dalam suatu kejadian yang lebih akan dikenal adalah pemimpin bukan anak buah, apalagi orang luar. Buku ini adalah salah satu ‘alat’ untuk mengingat mereka kembali.

Perang Kemerdekaan menimbulkan banyak cerita, baik kegembiraan, kesedihan, kekecewaan, keharuan atau bahkan kemarahan. Misalnya saat Pasukan Siliwangi (beserta keluarganya yang ikut) hijrah ke Jawa Tengah setelah Perjanjian Renville atau pun saat kembali lagi ke Jawa Barat. Saat menyebarangi sungai ada anak-anak atau pun istri yang terseret arus deras tanpa ada yang dapat menolong. Atau pun bayi-bayi merah yang terpaksa diserahkan kepada keluarga lain demi masa depan yang lebih baik untuk si bayi.

Dalam buku ini juga dibahas tentang mereka yang berasal dari negara lain membelot dan ikut berjuang di pihak Republik Indonesia. Ada yang berasal dari Belanda, Jerman, Korea, Jepang atau India. Ada banyak alasan dan mereka juga sadar akan risikonya bila tertangkap, baik tertangkap oleh musuh atau kesatuan/negara asalnya.

Perang dapat pula melibatkan anak kecil, bahkan si anak diambil secara paksa dari orangtunya. Anak yang tidak menginginkan terlibat dalam pertempuran, akhirnya mau tidak mau harus menjalani.

Masih banyak kisah dalam buku ini termasuk kekejaman pasukan baret hijaunya Westerling, peran dan keberanian prajurit-prajurit wanita, taktik-taktik yang digunakan untuk mengalahkan lawan, juga pengkhianatan yang terjadi. Termasuk juga kehidupan para pelaku Perang Kemerdekaan, setelah perang dan masa tuanya baik yang berasal dari Indonesia atau para pembelot. Ada yang nasibnya beruntung, tak sedikit pula yang nasibnya kurang beruntung.

Judul : Orang-orang di Garis Depan
Penulis : Hendi Jo
Penerbit : Mata Padi, 2018, Yogyakarta
Bahasa : Indonesia
Jumlah halaman : xiv + 370

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here