Di situs Gua Surocolo di Seloharjo, Pundong, Bantul, DIY pernah ditemukan benda bersejarah yang sangat penting dan berharga. Benda tersebut adalah 19 arca perunggu yang menggambarkan tentang pantheon Budha, yakni arca Bodhisattva (Padmapani dan Vajrapani) serta 17 pendampingnya.

Temuan arca pantheon Budha di Gua Surocolo ini dianggap sebagai yang paling lengkap dan langka di Indonesia. Ke-19 arca tersebut adalah sebagai berikut:
⦁ Arca Vajrapani
⦁ Arca Vajraksa
⦁ Arca Vajraloka
⦁ Arca Vajragantha
⦁ Arca Hayasya
⦁ Arca Vajrasphota
⦁ Arca Sukarasya
⦁ Arca Vajranrtya
⦁ Arca Vajragara
⦁ Arca Mukunda
⦁ Arca Vajralasi
⦁ Arca Muraja
⦁ Arca Vajrakrma
⦁ Arca Vamsa
⦁ Arca Vajragiti
⦁ Arca Vajradhupa
⦁ Arca Vajrabhasa
⦁ Arca Padmapani
⦁ Arca Vinayaka

Foto Arca Vajragiti dalam buku Katalog Koleksi Arca Perunggu Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta-Foto Repro-A.Sartono

Selain arca-arca tersbut, di Dusun Surocolo juga ditemukan arca dari pantheon Hindu, yakni arca Siva. Disebutkan dalam buku Katalog Koleksi Arca Perunggu Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta (2011) bahwa beberapa arca pendamping dalam pantheon Budha tersebut telah diidentifikasi oleh Pof Dr Edi Sedyawati berdasarkan sumber tertulis berupa teks Nispannayogavali.

Teks tersebut memuat 26 (dua puluh enam) mandala, yang dalam setiap mandala terdapat kelompok dewa pengiring yang terdiri dari lima kelompok, yaitu:
⦁ Kelompok dewa panca indera
⦁ Kelompok dewa kesenian
⦁ Kelompok dewa wewangian dan cahaya
⦁ Kelompok dewa pemikat dan pengikat sebagai penjaga gerbang
⦁ Kelompok dewa berkepala binatang sebagai penjaga pintu

Dari kelima kelompk dewa pengiring tersebut, kelompok dewa panca indera tidak terdapat di antara temuan di Surocolo. Sampai sejauh ini temuan dari Surocolo belum bisa ditentukan jenis mandalanya secara pasti, namun mempunyai kesamaan dalam hal penggambaran wajah dan aksesorinya.

Masing-masing arca mengenakan aksesori yang lengkap yaitu mahkota berupa kiritamakuta, anting-anting, kalung, kelat bahu, gelang lengan, gelang tangan, ikat dada, ikat pinggang, dan gelang kaki. Selain itu juga mengenakan kain dari batas perut hingga mata kaki dengan motif yang bervariasi.

Foto Arca Vajranrtya dalam buku Katalog Koleksi Arca Perunggu Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta-Foto Repro-A.Sartono

Wajah masing-masing dewi (kecuali yang bekepala binatang) digambarkan berparas cantik dengan urna di dahinya. Setiap kelompok dewi digambarkan mempunyai bentuk lapik yang berbeda. Kelompok dewi kesenian (pemusik), wewangian, dan cahaya serta kelompok vajrabodhisattva mempunyai lapik berbentuk bundar; kelompok dewi kesenian (penari) mempunyai lapik berbentuk bundar kecil. Kelompok dewi pemikat dan pengikat serta kelompok dewi berkepala binatang mempunyai lapik berbentuk oval.

Sendang Surocolo di bawah Gua Surocolo Pundong Bantul-Foto-A.Sartono

Penemuan arca logam seperti yang terjadi di Surocolo ini menjadi bukti tentang kebudayaan logam (metalurgi) yang telah dikenal di Nusantara masa lalu. Hanya saja tidak diketahui kapan kebudayaan logam itu mulai dikenal di Nusantara. Apakah kebudayaan itu merupakan indigenous development ataupun independent invention. Selain itu, penemuan arca logam tersebut juga menunjukkan tentang perkembangan agama Budha di Yogyakarta masa lalu, khususnya di wilayah Bantul. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here