Pabrik Gula Pundong Bantul Dulu dan Kini

0
170
Pabrik Gula Pundong di masa lalu. Foto Repro: A. Sartono
Pabrik Gula Pundong di masa lalu. Foto Repro: A. Sartono

Di masa lalu Daerah Istimewa Yogyakarta pernah memiliki 19 pabrik gula. Hal ini menjadi bukti bahwa tanah di Yogyakarta sangat baik untuk pertanian tebu. Kecuali itu, iklim investasi di Yogyakarta kala itu barangkali memang amat kondusif. Berdirinya 19 pabrik gula itu tentu memberikan andil yang signifikan bagi dunia perekonomian dan sosial masyarakat Yogyakarta waktu itu.

Salah satu pabrik itu adalah Pabrik Gula (PG) Pundong (yang dituliskan Poendong oleh Belanda pada masa itu). Bekas PG Pundong ini berada di Dusun Piring, Kelurahan/Desa Srihardono, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, DIY.

Lokasi bekas PG Pundong dapat dijangkau melalui Pojok Beteng Wetan-Jl Parangtritis ke arah selatan hingga sampai di pertigaan Pundong (utara pertigaan yang menuju ke Gereja Ganjuran). Setelah sampai di pertigaan Pundong ambil arah ke kiri (timur-selatan), ke arah Pasar Pundong. Setelah melewati Pasar Pundong lurus terus.

Jarak lokasi termaksud dengan Pasar Pundong kurang lebih hanya 200 meter. Bekas lokasi PG Pundong ini sekarang digunakan untuk Kantor Badan Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD) yang berada di Jl Raya Pundong Km 3 Srihardono, Pundong, Bantul.

Kompleks Kantor Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas Pundong menempati bekas lokasi PG Pundong. Foto: A. Sartono
Kompleks Kantor Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas Pundong menempati bekas lokasi PG Pundong. Foto: A. Sartono

PG Pundong didirikan tahun 1880 oleh Dorrepaal & Co. Pada tahun 1914 PG Pundong lepas dari perusahaan induk kemudian menjadi Naamlooze Vennootschap Poendoeng. Berdasarkan catatan dalam pameran foto Suikerfabriek “Jogja yang Hilang”, di Bentara Budaya Yogyakarta, 4-12 Desember 2018, PG Pundong diakuisisi oleh NV Vereenigde Klatensche Cultuur Maatschappij pada tahun 1923.

Kantor BRTPD Pundong menempati bekas lokasi PG Pundong. Foto: A. Sartono
Kantor BRTPD Pundong menempati bekas lokasi PG Pundong. Foto: A. Sartono

Pabrik gula itu bertahan pada saat krisis ekonomi global di era 1930-an. Pada tahun 1946 PG Pundong dijadikan kamp internir (tempat penahanan) untuk menahan orang-orang sipil Belanda. Pada Agresi Militer Belanda II (Operatie Kraai) tahun 1948 bangunan PG Pundong ikut dihancurkan oleh para pejuang RI sebagai taktik bumi hangus. Kini tidak ada lagi jejak keberadaan pabrik gula tersebut. (*)

Konten Terkait:  Musik Papua untuk Bangkitkan Semangat Warga Papua sebagai Tuan Rumah PON 2020

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here