Berita tentang Olimpiade di Belanda Tahun 1928 dari Majalah Kajawen

0
39
Suasana pembukaan Olimpiade olahraga 1928 di Belanda. Repro: Suwandi
Suasana pembukaan Olimpiade olahraga 1928 di Belanda. Repro: Suwandi

Ketika para pemuda Indonesia mengikrarkan Sumpah Pemuda bulan Oktober 1928, di Negeri Belanda, yang menjajah Indonesia, baru saja usai digelar hajatan pertandingan olahraga sedunia, Olimpiade, yang berlangsung di Kota Amsterdam.

Kabar tentang Olimpiade Amsterdam itu dilaporkan majalah berbahasa dan beraksara Jawa, Kajawen edisi 47 tanggal 13 Juni 1928. Sumber lain mengatakan, pelaksanaan olimpiade di Belanda itu mulai 17 Mei sampai dengan 12 Agustus 1928.

Masih menurut Majalah Kajawen, olimpiade itu melombakan beberapa cabang olahraga, seperti sepakbola, tenis lapangan, tinju, gulat, dan lainnya (tertulis: main bal-balan, main bal tamplek, main jotosan, bantingan, lan sanes-sanesipun). Dengan demikian, terlihat bahwa keempat cabang olahraga di atas sudah termasuk tua dipertandingkan di olimpiade.
Selain keempat cabang olahraga tersebut menurut Kajawen, sumber lain menyebutkan bahwa masih ada sepuluh cabang olahraga lain yang ikut dipertandingkan, sehingga total ada 14 cabang. Pada artikel Kajawen juga disebut bahwa sebenarnya Indonesia (ketika itu sudah mulai disebut nama Indonesia, selain nama Hindia Belanda), ingin berpartisipasi juga dengan mengirimkan para atletnya. Namun setelah dipikir-pikir, kemampuannya belum seimbang dengan tingkat dunia, maka pengirimannya dibatalkan. Menurut sumber lain, ada 46 negara yang mengikuti olimpiade modern ini, dengan jumlah atlet sebanyak 3.014 orang.

Halaman sampul majalah Kajawen yang memuat berita Olimpiade Belanda 1928. Repro: Suwandi
Halaman sampul majalah Kajawen yang memuat berita Olimpiade Belanda 1928. Repro: Suwandi

Majalah Kajawen juga mengisahkan sejarah awal mula adanya olimpiade. Berasal dari Yunani, sebelum masehi. Olimpiade dilaksanakan 4 tahun sekali untuk menghormati Dewa Zeus, ketuanya para dewa Yunani. Olimpiade itu awalnya berupa kegiatan syukuran besar-besaran yang ditujukan kepada Dewa Zeus, kemudian dilanjutkan dengan berbagai lomba seperti lari, melompat, melempar, gulat, dan lainnya (tertulis: balapan, lumpat-lumpatan, sawat-sawatan, bantingan, lan sesaminipun). Masih banyak yang dijelaskan oleh Kajawen. Jika ingin membaca detail, silakan baca Majalah Kajawen edisi tersebut hanya di Perpustakaan Tembi Rumah Budaya Yogyakarta. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here