Menyambut Tahun Baru Imlek 2570 yang jatuh pada tanggal 5 Februari 2019, Mal Ciputra Jakarta menggelar Festival Kuliner Glodok; yang merupakan kumpulan makanan dan minuman khas dan legendaris peranakan Tionghoa di daerah Glodok, Jakarta Barat. Sejarah mencatat, Glodok merupakan salah satu bagian kota lama Jakarta. Sejak masa pemerintahan Hindia Belanda, daerah ini juga dikenal sebagai Pecinan (Kampung Cina) terbesar di Batavia.

 

Sate Padang Petak IX. Foto: Rosiana
Sate Padang Petak IX. Foto: Rosiana

Mayoritas warga Glodok pun merupakan keturunan Tionghoa. Sehingga, baik warga Jakarta maupun luar Jakarta, hingga turis mancanegara, menjadikan Glodok sebagai sasaran kuliner khas Pecinan di Jakarta.

Nasi Campur Sang Babi Bangka II AING. Foto: Rosiana
Nasi Campur Sang Babi Bangka II AING. Foto: Rosiana

Didukung dengan dekorasi khas Pecinan, ada 26 ragam makanan dan minuman khas Glodok yang tersedia dalam festival tersebut, antara lain Rujak Shanghai Encim, Kuo Tie Shantung Ling, Otak-otak Binatu Asli Lookie, Bakmi Amoy, Pisang Goreng Srikaya Ahou, Sang Babi Bangka ‘II Aing’, Sate Padang Petak IX, Sekba Bektim 999, Nasi Ulam Adi Pancoran, Bakso Gepeng Urat Gapong, Es Sari Salju 899, Es Krim Medan Pak Apat, Kacang Ijo Pancoran Teddy. Bahkan sampai minuman legendaris Kopi Es Tak Kie yang berdiri sejak 1927 pun, pengunjung bisa menikmatinya hanya dalam satu tempat saja.

Tembi pun mencicipi beberapa kuliner yang belum sempat menikmati langsung di daerah Glodok. Salah satunya menu non-halal Nasi Campur Sang Babi Bangka ‘II Aing’, isiannya berbeda dengan nas campur medan umumnya. Isiannya lebih sederhana yaitu daging babi panggang, daging babi kecap dan lapciong (sosis babi khas Tiongkok), namun memuaskan lidah para pecinta kuliner babi.

Bakso Gepeng Urat Gapong. Foto: Rosiana
Bakso Gepeng Urat Gapong. Foto: Rosiana

Selain makanan non-halal, Tembi juga mencicipi Bakso Gepeng Urat Gapong yang menjadi perhatian Tembi. Tidak seperti makan bakso pada umumnya, bakso berbentuk pipih ini menggunakan bahan pelengkap seperti bawang putih goreng, jeruk kunci dan sambal ketika menyantapnya sehingga memberikan perpaduan cita rasa yang unik dan lezat. Otak-otak Binatu Lookie (Petojo), Sate Padang Petak IX, Pisang Goreng Srikaya Ahou dan Kopi Es Tak Kie juga menjadi menu yang dicicipi Tembi.

Kopi Es Tak Kie. Foto: Rosiana
Kopi Es Tak Kie. Foto: Rosiana

Istimewanya, selagi menikmati makanan tersebut, Tembi dan pengunjung juga dihibur dengan pertunjukan budaya khas Pecinan yaitu Wayang Potehi; yang mengangkat cerita tentang petualangan seekor babi bernama Chu Pat Kay. Sepertinya penyelenggara mengangkat tema tersebut sehubungan tahun baru Imlek 2570 yang merupakan tahun shio Babi Tanah.

Siomay dan Otak-otak Binatu Asli Lookie (Petojo). Foto : Rosiana
Siomay dan Otak-otak Binatu Asli Lookie (Petojo). Foto : Rosiana

Wayang Potehi pun hadir setiap hari selama festival berlangsung setiap pukul 14.00, 17.00 dan 20.00 WIB. Bahkan tidak hanya Wayang Potehi, terdapat juga jadwal pertunjukan budaya seperti Barongsai Patok Besi, Musik Tradisional Cina dan berbagai pertunjukan lainnya juga turut menyemarakkan Festival tersebut.

Bagi pembaca yang belum sempat datang, jangan khawatir, Festival Kuliner Glodok ini hadir selama dua pekan sejak 25 Januari – 10 Februari 2019 di area Center Court, Lower Ground Mal Ciputra Jakarta. Kisaran harganya pun terjangkau mulai dari Rp 5.000 saja. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here