Johanes Kristianto Menyapa Lewat Album “Sesiliran”

0
82
Johanes Kristianto membawakan beberapa lagu dari album Sesiliran. Foto: Raden Satrio
Johanes Kristianto membawakan beberapa lagu dari album Sesiliran. Foto: Raden Satrio

Gerimis hujan dan penampilan dari “Sapa Malam” yang membawakan lagu Coba Jadi Aku menjadi pembuka musik kamisan yang bertajuk “Sesiliran”, yang dilantunkan melalui gitar akustik Johanes Kristianto, di Bentara Budaya Jakarta, Kamis, 24 Januari 2019.

Johanes Kristianto merupakan musisi gitar klasik kelahiran Jakarta 1993, lulusan pasca sarjana ISI Yogyakarta. Dalam program musik kamisan pada malam itu merupakan konser perdana dirinya untuk album “Sesiliran” yang mengacu dari kata “Silir” dan bermakna sejuk.

Lagu – lagu yang dibawakan merupakan buah aransemennya dari album yang berjudul sama, yakni “Sesiliran”. Ia berharap persembahan lantunan musiknya dapat memberikan nuansa menenteramkan bagi para pendengarnya.

Johanes berkolaborasi dengan Nadya Abror. Foto: Raden Satrio
Johanes berkolaborasi dengan Nadya Abror. Foto: Raden Satrio

Sesiliran merupakan album pertama Johanes yang secara khusus menggarap instrumen gitar akustik. “Saya ingin kembali mendekatkan musik gitar klasik pada khalayak. Selama ini jumlah repertoar gitar klasik tidak terlampau banyak dibandingkan langgam – langgam musikal lainnya,” ujar Johanes.

Johanes menceritakan bahwa album ini sudah dia garap sejak 2017 pada saat menjadi mahasiswa tingkat akhir, tetapi baru 2019 ini baru bisa dirilis. “Inspirasi untuk album ini dari perempuan, karena saya gampang berempati dan rasa itu saya tuangkan pada seni bermusik saya,” tutur Johanes pada penonton.

Penampilan pembuka musik kamisan Sesiliran oleh SAPA MALAM. Foto: Raden Satrio
Penampilan pembuka musik kamisan Sesiliran oleh SAPA MALAM. Foto: Raden Satrio

Pada malam itu ia membawakan sembilan lagu dari albumnya. Para penonton dibuat terpukau oleh permainan gitarnya yang ciamik dan memberikan tepuk tangan kepada Johanes.

Dalam berseni, ia mengaku sama seperti seniman lainnya yang merespon hal – hal yang ada di sekitarnya. Dalam salah satu lagunya Johanes mencoba merespon ketakutan pada dirinya serta cemoohan yang orang lakukan kepadanya.

“Di salah satu lagu saya mencoba merespon ketukan diri saya dan cemoohan yang orang lain berikan serta merespon sifat-sifat manusia yang di depan baik tetapi ternyata di belakang tidak,” tambah Johanes.

Konten Terkait:  Tiga Pelantun Lagu Puisi Tampil di Pembukaan Pameran Seni Rupa
Penampilan dari Kuartet Gitar 4.13 yang berkolaborasi dengan Saryanto. Foto: Raden Satrio
Penampilan dari Kuartet Gitar 4.13 yang berkolaborasi dengan Saryanto. Foto: Raden Satrio

Ika W Burhan, Kepala Pengelola Bentara Budaya Jakarta, menambahkan bahwa ini merupakan momen pertama penampilan Johanes Kristianto di BBJ dan kemudian akan disambung dengan pementasannya di Bentara Budaya Solo – Balai Soedjatmoko pada akhir Januari mendatang. “Kami dengan senang memberi rumah ekspresi bagi seniman-seniman muda yang tengah meneguhkan eksistensinya, termasuk di antaranya musisi generasi kini seperti Johanes,” ucap Ika.

Kolaborasi Johanes dengan penari muda Oka Balthazar dan Anita Karlina. Foto: Raden Satrio
Kolaborasi Johanes dengan penari muda Oka Balthazar dan Anita Karlina. Foto: Raden Satrio

Dalam pertunjukan di Bentara Budaya Jakarta Johanes tidak hanya tampil sendirian namun diiringi dan berkolaborasi oleh beberapa kawan musisi lainnya seperti Saryanto ( pemain kendang dan dosen Universitas Negeri Jakarta), Kuartet Gitar 4.13 Jakarta (ansamble gitar), Nadya Abror (pemain cello), kelompok fok-akustik Sapa Malam, dan penampilan tari oleh Oka Balthazar serta Anita Karlina. Selanjutnya Johanes akan tampil di beberapa kota diawali dari Jakarta, kemudian Solo, Yogyakarta, Tulungagung, dan Serang. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here