Pengunjung dari Mancanegara di Museum Tembi Tahun 2018 Berjumlah 239 Orang

0
40

Museum Tembi Rumah Budaya Yogyakarta yang berlokasi di Jalan Parangtritis Km 8,4 Sewon, Bantul pada tahun 2018 dikunjungi oleh 239 orang dari mancanegara dari total pengunjung sebanyak 7.656 orang. Jumlah pengunjung dari luar negeri tersebut baru mencapai 3,12% dari total pengunjung di museum tersebut.

Walaupun dalam persentase masih minim, tetapi pada umumnya mereka ke Museum Tembi tidak hanya berkunjung melihat-lihat koleksi, tetapi ada juga dari mereka yang mengikuti kegiatan-kegiatan budaya lokal. Ada banyak pilihan kegiatan yang ditawarkan kepada pengunjung dari luar negeri maupun pengunjung Nusantara ketika berada di Museum Tembi, antara lain belajar gamelan Jawa, membatik, menari, memasak, membajak sawah, menanam padi, melukis topeng, melukis keramik, dan lain sebagainya.

Kegiatan budaya lokal yang lengkap di Museum Tembi menyebabkan para pengunjung luar negeri tersebut merasa betah dan senang. Apalagi, kegiatan-kegiatan tersebut dapat diikuti dengan tarif terjangkau. Selain itu, sebagian dari hasil kegiatan budaya tersebut dapat dibawa pulang sebagai kenang-kenangan, misalnya topeng yang mereka lukis sendiri. Dengan demikian akan memberi kesan mendalam kepada mereka. Tidak jarang, kegiatan-kegiatan itu mereka rekam dalam bentuk video maupun foto. Bahkan beberapa di antara mereka kemudian kembali lagi ke Museum Tembi atau bisa pula mengajak teman-temannya.

Pengunjung mancanegara yang datang menikmati nuansa lokal di Museum Tembi umumnya berasal dari Eropa (Jerman, Belanda, Rumania, Swedia, Belgia, Norwegia, Perancis, Inggris, Austria), Amerika Serikat, Asia (Malaysia, Taiwan, Jepang, Filipina, Singapura), Afrika (Mesir), dan Australia.

Mereka yang berkunjung, ada yang rombongan kecil seperti keluarga maupun rombongan besar (anak-anak sekolah). Kadang-kadang dari mereka juga ada yang sekaligus menginap di Museum Tembi, karena di tempat ini ada berbagai fasilitas lain untuk pengunjung, termasuk rumah inap ala pedesaan, restoran tradisional, kolam renang, pendopo, dan lainnya. Tidak jarang pula, ketika mereka menginap di Museum Tembi, dapat menikmati kegiatan budaya lainnya yang rutin digelar setiap minggu atau setiap bulan, seperti, demo kerajinan tradisional, latihan tari dari Sanggar Tari Anak Tembi (STAT), macapatan, musik tradisional, ketoprak, teater, wayang kulit, dan aneka tradisi seni lainnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here