Yogyakarta sekalipun menonjol dengan kuliner khas lokalnya, namun juga memiliki titik-titik kuliner khas dari daerah lain, termasuk kuliner dari Sulawesi. Salah satu rumah makan yang menyajikan kuliner khas Sulawesi adalah Rumah Makan (RM) Rasa Sayange (Rumah Makan Bu Ning), yang berlokasi di Jl Jetis Pasiraman No 11, Cokrodiningratan, Jetis, Yogyakarta. Lokasi ini sekalipun cukup tersembunyi namun mudah dijangkau. Jl Jetis Pasiraman adalah sebuah jalan (gang) yang terletak di sisi selatan-timur Perempatan Jetis yang terkenal sebagai kompleks sekolah SMPN 6, SMKN I dan II, SD Tumbuh, SD Jetis Pasiraman, dan SMAN 11.

Mula-mula Wahyuningsih (51) yang akrab disebut Bu Ning berjualan aneka macam makanan terutama lotek dan gado-gado. Ia telah menggeluti bisnis itu selama 23 tahun. Namun ia kemudian beralih menekuni menu masakan khas Sulawesi dan hasilnya cukup memuaskan. Ia beralih ke menu itu setelah sebelumnya belajar dari mahasiswa UGM yang berasal dari Sulawesi yang sering mampir di warungnya. Oleh karena ketekunan dan cita rasanya memang telah terbentuk sejak lama, dalam waktu singkat Bu Ning bisa menyajikan olahan makanan ala Sulawesi.

Bu Ning di depan ikan hasil olahannya di RM Rasa Sayange Jetis. Foto: A. Sartono
Bu Ning di depan ikan hasil olahannya di RM Rasa Sayange Jetis. Foto: A. Sartono

Setiap hari RM Rasa Sayange menyediakan berbagai pilihan ikan bakar, mulai dari cumi-cumi, kembung, barakuda, kerapu, udang, baronang, bawal, sarden, dan lain-lain. Meskipun demikian, kadang ada satu dua jenis ikan yang tidak ada karena sedang tidak musim. Namun jenis ikan tersebut biasanya digantikan jenis ikan lain. Misalnya saat ini tidak ada baronang, bisa digantikan kakap. Selain itu ada kelengkapan lain bagi masakan Sulawesi yang juga khas, seperti aneka jenis umbi-umbian, sayur garu, sambal colo-colo.

Satu paket menu makan ikan bakar lengkap di RM Rasa Sayange cukup terjangkau, yakni berkisar antara Rp30.000-35.000. Menu ini meliputi satu ekor ikan bakar, nasi, sambal colo-colo (satu piring), dan sayur garu. Untuk jenis ikan tertentu dengan ukuran relatif lebih besar tentu juga bertarif beda. RM Rasa Sayange buka setiap hari, mulai pukul 09.00-17.00 WIB. Rumah makan tutup pada hari-hari raya. Jam ramai untuk rumah makan ini tentu saja pada jam-jam makan siang. Oleh karena itu, bagi Anda yang lebih menyukai suasana makan yang tidak ramai orang, silakan datang sebelum atau setelah jam makan siang.

Dari sekian orang yang berkunjung ke rumah makan ini semuanya kelihatan puas akan menu yang disajikan. Bahkan rumah makan ini juga telah memiliki pelanggan-pelangan yang cukup fanatik. Beberap mahasiswa Indonesia Timur yang dulu kuliah di Yogyakarta dan kemudian kembali ke daerahnya jika kemudian ditugaskan di Yogyakarta biasanya akan menyempatkan diri makan di RM Rasa Sayange karena kangen akan masakan Bu Ning yang menurut mereka sudah seperti masakan di daerahnya. Bahkan harganya bisa lebih murah jika dibandingkan di daerahnya mereka sendiri.

Bu Ning enggan menyebutkan berapa pendapatannya setiap bulan. “Yang jelas cukup untuk membiayai anak-anak kuliah dan beli rumah,” katanya malu-malu.

Menu Sayur Garu, Ikan Kembung, Cumi-cumi, Sambal Colo-colo, dan Nasi di RM Rasa Sayange. Foto: A. Sartono
Menu Sayur Garu, Ikan Kembung, Cumi-cumi, Sambal Colo-colo, dan Nasi di RM Rasa Sayange. Foto: A. Sartono

Untuk menjalankan bisnis kulinernya ini Bu Ning yang asli Wonosobo dibantu oleh beberapa karyawan dan juga suaminya. Namun ia selalu terjun sendiri untuk mengontrol kualitas hasil dan cita rasa masakannya. Ia tidak ingin pelanggannya kecewa. Baginya yang namanya masakan selalu beda tangan beda rasanya. Bahkan juga beda tampilannya. RM Rasa Sayange telah mdembuka cabang di Solo, Jawa Tengah. (*)

PETA LOKASI:

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here