Dari 19 pabrik gula yang pernah berdiri di Yogyakarta, Pabrik Gula Gesikan merupakan salah satunya. Nama Gesikan ini oleh Belanda dituliskan dengan ejaan Gesiekan. Gesikan merupakan nama salah satu dusun yang berada di wilayah Kelurahan/Desa Wijirejo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul. Di dusun itulah PG Gesikan pernah didirikan. Lokasi Dusun Gesikan ini dapat dijangkau dari Kota Yogyakarta melalui Jalan Bantul/Samas ke arah selatan (pantai). Setelah sampai di Perempatan Palbapang ambil arah ke kanan (barat). Ikuti jalan tersebut hingga ditemukan pertigaan kedua (Pertigaan Jodog) dari Perempatan Palbapang.

Sisa tembok-pondasi bekas PG Gesikan Wijirejo Pandak Bantul, difoto 2 Januari 2019. Foto: A.Sartono
Sisa tembok-pondasi bekas PG Gesikan Wijirejo Pandak Bantul, difoto 2 Januari 2019. Foto: A.Sartono

Pada pertigaan kedua (tepatnya perempatan dengan satu jalan menyerong dari arah barat-utara yang kemudian menyatu dengan jalan utama Palbapang-Srandakan tanpa memotong jalan tersebut) ambil jalan menyerong ke arah barat-utara (arah Lapangan Wijirejo). Ikuti jalan ini hingga mentok pada sebuah lapangan di sisi barat Kantor Desa Wijirejo atau di sisi timur Pasar Pijenan-Wijirejo. Lapangan itulah yang dinamakan Lapangan Wijirejo. Dulu, lapangan tersebut menjadi bagian utama dari kompleks PG Gesikan. Kini apa yang disebut sebagai PG Gesikan itu dapat dikatakan sudah tidak berbekas sama sekali.

Lapangan Desa Wijirejo dengan setting Kantor Desa Wijirejo, dulu merupakan kompleks PG Gesikan-difoto 2 Jan 2019. Foto: A.Sartono
Lapangan Desa Wijirejo dengan setting Kantor Desa Wijirejo, dulu merupakan kompleks PG Gesikan-difoto 2 Jan 2019. Foto: A.Sartono

Memang ada satu peninggalan yang masih bisa dilihat, yakni berupa potongan tembok/pondasi yang letaknya berada di sisi selatan Lapangan Wijirejo. Tidak ada peninggalan kecuali hal itu. Potongan tembok/pondasi ini hingga kini dibiarkan begitu saja. Panjang tembok/pondasi tersebut kurang lebih 25 m dan ketebalannya sekitar 50-100 cm. Ketinggiannya berkisar antara 30-200 cm. Perlu diketahui bahwa tembok tersebut bukan merupakan struktur tembok utuh, melainkan terpecah-pecah menjadi beberapa bagian. Tempat terdapatnya struktur tembok dan atau pondasi itu berupa kebun dari kompleks sebuah Kantor Pertanian. Pada saat ini kompleks kantor berikut kebun/pekarangannya telah diberi pagar tembok keliling.

Di dalam pagar tembok inilah bekas pondai-tembok bekas PG Gesikan berada-difoto 2 Januari 2019. Foto: A.Sartono
Di dalam pagar tembok inilah bekas pondai-tembok bekas PG Gesikan berada-difoto 2 Januari 2019. Foto: A.Sartono

PG Gesikan diperkirakan dibangun pada tahun 1897 oleh Klaring dengan nama Cultuur Maatschappij Gesiekan LD EN Magoewo. Pada tahun 1923 PG Gesikan diakuisisi oleh Nederlands Handel Maatschappij dan mesinnya diperbarui. Pada masa Perang Kemerdekaan pabrik ini dibumihanguskan oleh para pejuang sewaktu menghadapi Agresi Militer Belanda II (Operatie Kraai) yang dilancarkan oleh Belanda pada tanggal 19 Desember 1948. Pasca Perang Kemerdekaan ada rencana dari Pemerintah Indonesia untuk membangun atau mendirikan kembali PG Gesikan ini, Akan tetapi karena situasi politik, akhirnya rencana pembangunan kembali itu batal dilaksanakan.

Sumber:

Pameran Foto Suikerkultuur “Jogja Yang Hilang”, Bentara Budaya Yogyakarta, 4-12 Desember 2018.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here