Dalem Jayadipuran Yogyakarta merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang tetap lestari hingga saat ini. Bangunan itu 90 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 22 hingga 25 Desember 1928, dijadikan sebagai tempat untuk melaksanakan Kongres Perempuan Indonesia (KPI) pertama kali. Di kemudian hari, tanggal 22 tersebut dijadikan sebagai Hari Ibu oleh Presiden Soekarno.

Bertepatan dengan 90 tahun KPI, Direktorat Sejarah Kemendikbud pada tanggal 22 Desember 2018 mengadakan acara “90 Tahun Kongres Perempuan Indonesia” dengan diisi kegiatan antara lain pameran lukisan tokoh perempuan Indonesia dan seminar sejarah. Kegiatan dipusatkan di Dalem Jayadipuran Yogyakarta. Pada acara tersebut oleh peserta yang sebagian besar perempuan. Acara dibuka oleh Direktur Sejarah, Triana Wulandari.

Pameran lukisan menampilkan lukisan tokoh-tokoh perempuan Indonesia, mulai dari sebelum kemerdekaan hingga sesudah kemerdekaan. Lukisan tokoh perempuan tersebut dilukis dalam media gunta tamarin. Tokoh-tokoh perempuan yang dilukis ada puluhan, di antaranya adalah Keumalahayati dari Aceh, Nyi Ageng Serang, Nyi Hadjar Dewantara, RA Kartini, Nyi Ahmad Dahlan dari Jawa, dan Martha Cristina Tiahahu dari Maluku. Pameran diadakan di ruang tengah Dalem Jayadipuran yang sekarang digunakan oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Yogyakarta. Ada sekitar 200 tokoh perempuan dari berbagai organisasi perempuan di Yogyakarta yang ikut hadir dan menyaksikan pameran lukisan tersebut.

Panembrama ibu-ibu pegawai BPNB dalam memperingati 90 tahun kongres perempuan Indonesia di Dalem Jayadipuran Yogyakarta. Foto: Suwandi
Panembrama ibu-ibu pegawai BPNB dalam memperingati 90 tahun kongres perempuan Indonesia di Dalem Jayadipuran Yogyakarta. Foto: Suwandi

Usai melihat pameran lukisan tokoh-tokoh perempuan Indonesia, para peserta mengikuti acara seminar sejarah yang berlangsung di aula Dalem Jayadipuran, dengan menampilkan beberapa tokoh perempuan, di antaranya adalah Hj Siti Noordjanah Djohantini (Pimpinan Pusat Aisyiyah), dan Asti Kurniawati (Dosen Ilmu Sejarah UNS). Tujuan dilaksanakan peringatan Hari Ibu kali ini adalah untuk membangkitkan kembali semangat juang kaum perempuan di segala lini kehidupan. Sebelum acara pembukaan pameran lukisan dan seminar sejarah, ditampilkan panembrama ibu-ibu pegawai BPNB Yogyakarta. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here