Soto Betawi, Warisan Kuliner Nusantara Yang Masih Melekat

0
45

Salah satu warisan Kuliner Nusantara yang masih menjadi buruan dan melekat di lidah masyarakat Betawi yaitu soto betawi. Dari berbagai sumber mencatat, makanan yang berasal dari kota Jakarta ini dikenal masyarakat umum berkisar di tahun 1977-1978. Walaupun sebenarnya soto betawi sudah dijual dan dikenal beberapa kalangan masyarakat sebelumnya. Namun nama soto betawi, pertama kali dipopulerkan oleh Lie Boen Po; penjual soto pertama yang memakai istilah Soto Betawi untuk menjual menunya di tahun tersebut.

Soto Betawi Lie Boen Po dijual di THR Lokasari atau Prinsen Park, Jl Mangga Besar, Kota Tua – Jakarta. Meski begitu, nama soto betawi mulai populer dan banyak digunakan oleh masyarakat setelah penjual soto tersebut tutup di tahun 1991. Sejak saat itulah soto betawi menjadi populer di berbagai wilayah Jakarta bahkan kota lain di Indonesia.

Komposisi dari Soto Betawi ialah kuah santan dan susu dari rebusan daging, dengan isian daging sapi beserta jeroan, menggunakan bumbu rempah khas seperti daun salam, serai, jahe, lengkuas, cengkeh, jinten dan sebagainya. Tidak ketinggalan bahan pelengkap yang tidak pernah lepas dari soto betawi yaitu tomat, kentang, bawang goreng, jeruk limo dan emping.

Setiap penikmat memiliki penjual soto betawi andalannya; yang terkenal di Jakarta seperti Soto Betawi H. Mamat, Soto Betawi Babe Jamsari, Soto Betawi Afung, Soto Betawi H Ma’ruf, selalu ramai diminati pengunjung setiap hari. Kuahnya yang gurih, daging dan jeroannya yang empuk serta aroma rempahnya yang khas, membuat makanan ini menjadi buruan warga Jakarta bahkan Indonesia.

Di antara deretan soto betawi yang disebutkan di atas, ada kafe yang baru saja buka awal bulan Desember ini di Jl Gandaria 1, Jakarta Selatan yang menjual menu Soto Betawi. Bahkan Soto Betawi tersebut menjadi salah satu menu andalan kafe tersebut. Tembi mendapatkan kesempatan untuk mencicipinya, tak disangka kedai kecil yang awalnya dipikir hanya menyediakan makanan kecil namun juga menjual makanan utama. Rasa soto betawi-nya tidak kalah dengan soto betawi yang terkenal. Bahkan yang unik, menurut Ilham, marketing Mula Coffee House, bahwa Chef Kenji yang membuat menu ini membuang semua lemak yang terkandung dalam kuah kaldu tersebut, kemudian isiannya direbus dengan berbagai rempah Nusantara tanpa menggunakan msg, dan menggunakan susu sebagai kuahnya, bukan santan. Sehingga soto betawi yang dihadirkan lebih sehat, namun tetap gurih dan lezat.

Satu lagi yang berbeda dari Soto Betawi Mula Coffee House ini, nasi yang digunakan sebagai pelengkap makan soto betawi, bukan nasi putih biasa namun nasi gurih yang tidak terlalu pekat rasanya namun bisa menyeimbangkan rasa Soto Betawi yang sudah gurih. Harga satu porsi soto betawi lengkap dengan nasi yaitu Rp 55.000. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here