Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Lomba Bahasa dan Sastra Jawa pada 14—15 Desember 2018 di SD Lempuyangwangi Kota Yogyakarta. Adapun jenis lomba antara lain: Alihaksara Jawa, Macapat, Membaca Geguritan, Membaca Cerita Cekak (Cerkak) bahasa Jawa, Stand-up comedy bahasa Jawa, dan Mendongeng bahasa Jawa.

Kegiatan lomba tersebut diikuti oleh pelajar yang berasal dari empat Kabupaten dan satu Kota, yaitu: Bantul, Sleman, Kulonprogo, Gunungkidul, dan Yogyakarta. Setiap jenis lomba diikuti maksimal 50 peserta, dan masing-masing kota dan kabupaten mengirimkan maksimal 10 peserta. Hal itu dengan tujuan pemerataan peserta dan azas keadilan. Pada umumnya peserta antusias mengikuti setiap jenis lomba. Mereka yang mengikuti lomba biasanya peserta pilihan masing-masing wilayah yang telah mumpuni. Dengan demikian, di setiap lomba terjadi persaingan yang sengit, karena sama-sama mempunyai kemampuan yang merata.

Lomba alihaksara Jawa dengan peserta para pelajar di wliayah DIY. Foto: Yustiananta
Lomba alihaksara Jawa dengan peserta para pelajar di wliayah DIY. Foto: Yustiananta

Benar terjadi, dalam ajang lomba, hasil lomba bisa diketahui bahwa peserta masing-masing daerah mempunyai kemampuan yang merata. Salah satu contoh dalam lomba alihaksara Jawa tingkat SMA sederajat, juara I hingga III memiliki nilai yang hampir sama. Bahkan ada peserta yang nilainya sempurna 100. Demikian pula dengan jenis lomba-lomba yang lain. Hal itu menandakan bahwa pembinaan dan pelestarian kegiatan bahasa dan sastra Jawa di wilayah DIY berhasil. Dari semua hasil lomba, sebagai juara umum adalah Kabupaten Bantul dengan meraih 4 juara pertama. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here