Didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation bersama Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK), Program Seniman Pascaterampil (PSPt) kembali berlangsung. Program beasiswa ini ditujukan bagi para seniman muda Indonesia dari berbagai disiplin seni yang memiliki keinginan untuk mengembangkan potensi seni mereka di ruang belajar dan ruang berkarya PSBK.

Program ini berlangsung selama 10 bulan, mulai dari Februari hingga Desember 2018 di PSBK, Bantul Yogyakarta. Sebanyak tujuh residensi seniman dari berbagai latar belakang disiplin seni, difasilitasi ruang belajar dan melakukan praktik kerja kolaborasi seni untuk pengembangan kapasitas diri.

Dari program tersebut, lahir karya mereka bertajuk ‘Simpang Jalan Menuju Rumah’, yang digelar di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, pada Sabtu, 8 Desember 2018. Karya seni musik teatrikal tersebut disuguhkan oleh para seniman pascaterampil yang terdiri dari Isti Fadah Nur Rohmah (Seni Teater), Nurina Susanti (Seni Rupa), Muhammad Tahta Gilang Anfasya Nasution, Regina Gandes Mutiary (Seni Musik dan Teater), Slamet Irfan (Seni Musik & Teater), Sri Kasih Hasibuan (Seni Tari dan Teater), dan Wijil Sinang Purba Waluya (Seni Teater dan Film). Pertujukan itu bercerita tentang persoalan yang sering dihadapi oleh seorang anak ketika ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Eksperimen Musik Seniman PSBK. Foto: Image Dynamics
Eksperimen Musik Seniman PSBK. Foto: Image Dynamics

Salah satu persoalan tersebut adalah orangtua terkadang menentang keinginan anaknya untuk memilih jurusan yang dikehendaki oleh sang anak. Harapan-harapan orangtua akan kesuksesan anaknya, akhirnya menghadapkan seorang anak dengan berbagai persimpangan yang kemudian muncul untuk menemukan jalan menuju pilihannya sendiri.

Dalam pertunjukannya, para seniman berdialog sambil sesekali memainkan alat musik. “Dalam pementasan ini, kami menantang para peserta PSPt untuk berkreasi dengan menggali pengetahuan yang mereka miliki mengenai persoalan yang sering terjadi di lingkungan sekitar. Yaitu tentang harapan orangtua terhadap seorang anak. Harapan orangtua akan kesuksesan anak-anaknya yang cenderung bersifat relatif dan belum tentu sejalan. Penampilan hari ini juga menjadi salah satu pencapaian bagi para seniman itu untuk membagikan karya mereka kepada masyarakat Jakarta. Semoga penonton yang hadir dapat melihat hasil dari program tahunan PSBK, dan memahami karya Simpang Jalan Menuju Rumah ini,” ujar Jeannie Park, Direktur Eksekutif Yayasan Bagong Kussudiardja usai pentas.

Konten Terkait:  Bayi Kelahiran Mangsa Katelu Berwatak Jujur (Siklus Wuku Sungsang (10), 28 Agustus s/d 3 September 2016)

Tujuh seniman tersebut, menurut Jeannie, telah berproses dan mengembangkan berbagai keterampilan diri secara mandiri dan mendalam. Dengan menggabungkan pembelajaran nilai keterampilan seni hidup, kegiatan praktik penciptaan, dan presentasi seni dalam pengalaman nyata, di lapangan seni PSBK.

Mereka belajar fokus pada hal-hal terkait penguatan nilai kolaborasi dan penajaman nilai kreativitas seni melalui ruang belajar dan ruang berkarya PSBK (ruang pertunjukan Jagongan Wagen dan ruang pameran Ruang Seni Rupa). Ruang tersebut menekankan keterbukaan dan kerja sama dengan seniman dari berbagai disiplin seni, serta kesediaan diri untuk menerima kuratorial seni PSBK.

Seniman Terpilih PBSK. Foto: Image Dynamics
Seniman Terpilih PBSK. Foto: Image Dynamics

Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) dibangun dan didirikan pada tahun 1978 oleh Bagong Kussudiardja di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa. Yogyakarta. Melanjutkan spirit Bagong Kussudiardja sebagai art-center PSBK mempunyai misi mendukung proses pelestarian budaya masyarakat Indonesia melalui pendampingan praktik seni sebagai bagian penting proses pembelajaran. Pada 2019, PSBK kembali membuka pendaftaran Program Seniman Pascaterampil (PSPt) pada 10 Desember 2018. Program SPt ini terbuka bagi seniman muda Indonesia yang memiliki keinginan kuat menantang dirinya untuk menjelajahi ruang-ruang belajar dan berkarya di PSBK. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here