Membatik dengan Media Kayu

0
79

Batik merupakan salah satu karya cipta leluhur bangsa Indonesia yang oleh Unesco (United Nation Educational, Scientific and Cultural Organization) telah ditetapkan sebagai salah satu warisan dunia. Media yang umum dipakai untuk membatik sejak zaman dahulu adalah kain. Tetapi dalam perkembangannya media batik menjadi bermacam-macam seperti gerabah, kulit hewan, kertas, kayu termasuk bambu.

Kayu merupakan media membatik yang menghasilkan produk dengan nilai artistik tinggi. Kayu yang dipakai tentu saja kayu-kayu tertentu, agar lilin/malam mudah menempel dan meresap ke pori-pori. Sebagai contoh kayu mahoni, gmelina, dan sengon. Pembatikan dilakukan setelah kayu tersebut dibentuk menjadi bentuk tertentu. Seperti aksesoris, suvenir, furnitur, peralatan rumah tangga, dan lain-lain.

Motif yang ditorehkan sangat beragam jenis dan polanya, dan selalu mengalami perkembangan. Tetapi motif-motif tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua kategori yaitu motif harafiah dan simbolik. Motif harafiah merupakan adaptasi dari alam sekitar seperti motif flora, fauna, tokoh manusia, wayang, pemandangan alam atau benda-benda tertentu. Sedangkan motif simbolik merupakan simbolisasi dari suatu nilai-nilai tertentu yang diwujudkan dalam bentuk gambar, misal motif parang, kawung, nitik dan lain-lain.

Proses pembatikan pada kayu tidak jauh berbeda dengan kain. Mulai dari membuat desain motif, menorehkan lilin/membatik, pewarnaan pertama, nemboki (menorehkan lilin untuk menutup motif yang sudah ada agar tidak terkena warna), pewarnaan kedua, nglorod (melepas lilin) dan finishing. Hanya saja pada proses pembuatan desain motif tidak bisa dilakukan dengan cara penjiplakan, karena medianya yang tidak rata atau berlekuk-lekuk. Jadi pembuatan desain motif dilakukan satu persatu secara langsung. Kemudian pada finishing atau tahap akhir diberi melamin clear gloss atau semi dop agar lebih awet. Tentu saja dipilih yang aman dan ramah lingkungan.

Konten Terkait:  Stoomwals, Salah Satu Pusaka Budaya Langka Bantul

Buku ini dibuat dan diterbitkan berdasarkan suatu penelitian di Desa Jarum, Bayat, Klaten, Jawa Tengah. Selain memaparkan awal mula industri batik di desa tersebut, juga memaparkan cara-cara membatik dengan media kayu secara detail, contoh-contoh produknya dan beberapa pengusaha batik kayu.

Judul : Membatik dengan Media Kayu. Full Colour. Proses dan cara membatik
Aplikasi batik kayu sentra batik kayu desa Jarum, Bayat, Jawa Tengah
Penulis : Norbertus Kaleka
Penerbit : Arcitra, 2014, Yogyakarta
Bahasa : Indonesia
Jumlah halaman : 120

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here