Para Milenial Diajak Mengenal Keraton Yogyakarta

0
54
Para peserta jelajah sejarah berada di Keben Kraton Yogyakarta, bersiap-siap hendak berkunjung ke kraton tersebut. Foto: Suwandi
Para peserta jelajah sejarah berada di Keben Kraton Yogyakarta, bersiap-siap hendak berkunjung ke kraton tersebut. Foto: Suwandi

Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat atau lebih dikenal dengan nama Keraton Yogyakarta adalah salah satu objek wisata sejarah yang akan tetap menarik bagi setiap wisatawan yang datang ke Kota Yogyakarta. Demikian juga bagi para milenial muda yang kuliah di berbagai universitas di Yogyakarta tentu belum semuanya mengenal sejarah Keraton Yogyakarta. Untuk itu, agar mereka mengenal lebih dekat dengan kerajaan Mataram Islam di Yogyakarta ini, Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Yogyakarta mengajak para milenial muda yang ada di Yogyakarta untuk berkunjung ke tempat tersebut.

Kegiatan bertajuk “Jelajah Sejarah Keraton Yogyakarta dan Tamansari” ini digelar oleh Disbud Kota Yogyakarta dengan mengajak 100 milenial muda yang belajar di Yogyakarta. Kegiatan itu berlangsung selama dua hari yakni tanggal 24—25 Oktober 2018. Pada hari pertama, para milenial muda diberi materi tentang sejarah berdirinya Keraton Yogyakarta. Pada hari kedua, mereka diajak berkunjung dan mengelilingi Keraton Yogyakarta.

Para peserta jelajah sejarah memasuki Kraton Yogyakarta. Foto: Suwandi
Para peserta jelajah sejarah memasuki Kraton Yogyakarta. Foto: Suwandi

Mereka dibagi per kelompok dengan anggota 5 orang. Mereka bukan hanya berkeliling, tetapi juga bermain game dengan materi seputar Keraton Yogyakarta, seperti nama-nama bangsal, sengkalan, bangunan, koleksi, pepohonan, dan lainnya. Dengan harapan, mereka lebih paham tentang Keraton Yogyakarta dengan bertanya kepada para abdi dalem yang sedang bertugas.

Para milenial sangat antusias mengikuti kegiatan Jelajah Sejarah ini. Karena, bagi mereka, banyak yang baru pertama kali mengunjungi museum. Padahal, mereka sudah lama tinggal dan belajar di Yogyakarta. Lokasi yang dikunjungi mulai dari Keben, kemudian bangsal Sri Manganti dan Traju Mas hingga masuk ke dalam sampai ke bangsal Kencana hingga ke Museum Batik Keraton dan Museum Hamengkubuwana IX. Pagelaran Keraton dan Sitihinggil tidak ketinggalan juga dikunjungi.

Konten Terkait:  Tradisi Nyanggring, Kearifan Lokal Guna Menjaga Sumber Air
Bangunan semacam gazebo di Kraton Yogyakarta turut menjadi perhatian peserta jelajah sejarah. Foto: Suwandi
Bangunan semacam gazebo di Kraton Yogyakarta turut menjadi perhatian peserta jelajah sejarah. Foto: Suwandi

Usai mengunjungi Keraton Yogyakarta, mereka kemudian menuju ke Tamansari yang terletak di sebelah barat Keraton Yogyakarta. Di tempat ini mereka berkesempatan melihat keunikan Masjid Soko Tunggal. Konon umpak masjid Soko Tunggal ini dipercaya berasal dari Keraton Kerta, kerajaannya Sultan Agung.

Soko masjid tunggal yang turut menjadi perhatian peserta jelajah sejarah Kraton Yogyakarta dan Tamansari. Foto: Suwandi
Soko masjid tunggal yang turut menjadi perhatian peserta jelajah sejarah Kraton Yogyakarta dan Tamansari. Foto: Suwandi

Usai melihat keunikan masjid Soko Tunggal Tamansari dan sholat berjamaah, kemudian per kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil kunjungan ke Keraton Yogyakarta dalam bentuk lukisan dan gambar di atas kertas. Terlihat mereka sangat bersemangat dan senang dengan adanya acara semacam ini, karena menambah wawasan dan pengalaman akan sejarah tentang Keraton Yogyakarta. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here