Pada bulan Oktober 2018, Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla) Yogyakarta menambah dua koleksi pesawat terbang, yaitu jenis MIG 17 PF dan helikopter Hughes 500C. Kedua pesawat tersebut ditempatkan di depan halaman museum, tepatnya di sisi tenggara museum, bersama dengan 18 koleksi pesawat lainnya.

KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna memberikan keterangan pers usai meresmikan koleksi pesawat di Museum Dirgantara Mandala Yogyakarta. Foto: Suwandi
KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna memberikan keterangan pers usai meresmikan koleksi pesawat di Museum Dirgantara Mandala Yogyakarta. Foto: Suwandi

Peresmian kedua pesawat koleksi museum tersebut dilakukan oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna dan didampingi oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (DISPENAU) Marsma TNI Novyan Samyoga, Kepala Muspusdirla Kolonel Sus Drs Dede Nasrudin, dan beberapa pejabat lain di lingkungan TNI AU. Ikut hadir pula Dinas Kebudayaan DIY dan beberapa pengurus Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY, Ki R Bambang Widodo, SPd MPd, Gatot Nugroho, SPt, Nanang Dwinarso, Asroni SIP, dan lain-lain.

Yuyu Sutisna berkisah bahwa pesawat terbang MIG 17 PF ini penting sekali untuk dihadirkan di museum ini, karena banyak memiliki kisah semasa jayanya. Pesawat ini merupakan pesawat tempur paling canggih yang dimiliki TNI AU kala itu. Bahkan pesawat ini pernah berjasa ikut merebut Papua dalam operasi Trikora di tahun 1962-1963.

Helikopter Hughes 500C yang sekarang juga menjadi koleksi anyar Museum Dirgantara Mandala Yogyakarta. Foto: Suwandi
Helikopter Hughes 500C yang sekarang juga menjadi koleksi anyar Museum Dirgantara Mandala Yogyakarta. Foto: Suwandi

Sementara itu helikopter Hughes 500C adalah jenis pesawat latih lanjut jurusan helikopter yang pada tahun 1982-1990 ditempatkan di Skadron Udara 7 Lanud Suryadarma, Kalijati, Subang, Jawa Barat. Ke depannya, pesawat tempur MIG 17 PF akan ditempatkan berhadapan dengan pesawat Belanda Hawker Hunter yang telah lebih dulu hadir di museum ini, sebagai simbol perebutan Irian Barat (Papua).

Yuyu Sutisna juga berharap, dengan kehadiran 2 pesawat koleksi baru di museum ini, bisa melengkapi koleksi yang sudah ada. Dan yang terpenting, koleksi-koleksi ini bisa dikisahkan kepada generasi muda, sehingga mereka semakin punya wawasan luas terhadap kedirgantaraan Indonesia dan jasanya terhadap masa awal kemerdekaan Indonesia. Para generasi muda juga diharapkan mampu mentransfer nilai-nilai patriotisme dari para pendahulu yang menekuni bidang kedirgantaraan untuk kejayaan Indonesia. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here