Melalui sebuah film, beberapa anak muda asal Indonesia Timur (Papua) membuat film tentang Papua yang mengangkat isi-isu sosial seperti pendidikan, kesehatan, ketahanan, pangan, hingga kesetaraam gender. Selain itu, film karya-karyanya ini menyoroti masalah-masalah yang terjadi di Papua serta cerita tentang orang Papua di berbagai tempat. Naungan mereka semua adalah sebuah komunitas bernama Papuan Voice.

Untuk menyebarluaskan sebuah film besutan sutradara-sutradara muda asal Papua ini ke setiap sudut tempat di Indonesia, Papuan Voice bekerja sama dengan Engagemedia dan beberapa komunitas yang tersebar di 6 kota besar yakni, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, Salatiga, dan Semarang menggelar pemutaran film keliling, 14-24 November 2018.

Pada Sabtu, 17 November 2018, TeMBI berkesempatan hadir dalam rangkaian acaranya di Studio Kopi Sang Akar, Jalan Tebet Dalam I, Jakarta Selatan DKI Jakarta. Acara tersebut bertajuk “Tutur Ufuk Timur” yang di dalamnya ada pemutaran film dan diskusi.

Sedangkan, film-film yang diputar dalam acara tersebut antara lain, Salon Papua karya Straky Yally, Kehidupan di Hutan Mobak karya Yopi Gaman, Truk Monce karya Imanuel Hindom, Mamapolitan karya Indra Siagian, dan Tete Manam karya Siska Manam.

Sang sutradara, Siska Manam di dalam diskusi menjelaskan tujuan kegiatan ini adalah untuk mendekatkan isu-isu penting di Papua kepada khalayak ramai di Indonesia khususnya di pulau Jawa. Alasannya, tambah Siska, karena selama ini masyarakat di luar Papua memperoleh gambaran yang keliru mengenai isu dan permasalahan yang terjadi di Papua dan menyebabkan perlakuan skeptis terhadap orang Papua.

“Hal ini disebabkan karena masyarakat di luar Papua sering kali tidak memperoleh gambaran lengkap dan informasi langsung mengenai isu dan permasalah di Papua,” jelas Siska

Selain itu, Siska mengatakan film yang dibuat olehnya yang berjudul “Tete Manam” menceritakan seorang kakek bernama Manam yang sepanjang hidupnya telah mengalami banyak perubahan, dari era kolonial hingga era sekarang. Atas hal tersebut, lanjut Siska, Kakek Manam memiliki banyak mimpi untuk mewujudkannya. Tetapi, Kakek Manam malah ingin kembali ke desa asalnya yang sangat jauh dari pusat kota di Papua.

Konten Terkait:  Perpaduan Rujak Gurami dan Wedang Teh Godhong Jeruk Sereh

Setelah Siska menjelaskan sedikit tentang film yang dibuatnya, Sutradara Indra Siagian berharap bahwa dengan terselenggaranya kegiatan ini bisa menjadi tolak ukur perfilman di Papua. Lebih jauh, Indra berharap dapat juga memicu semangat para film maker muda Papua di luar Papuan Voice untuk terus berkarya.

“Semoga masyarakat adat Papua juga terus menonton film dari teman-teman Papuan Voice sehingga bisa membangun kesadaran kritis masyarakat adat terhadap fenomena masa lalu dan masa kini yang terjadi sebagai proses dialektika, terutama dalam upaya pemenuhan hak-hak sipil, politik, ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat adat Papua dan kelestarian lingkungan untuk generasi masa depan,” kata Indra dalam diskusi.

Engagemedia bersama Papuan Voice telah menyelenggarakan pelatihan hingga produksi film di tanah Papua sejak tahun 2010. Pada tahun 2017, komunitas Papuan Voice berhasil menyelenggarakan festival film Papua pertama di Merauke, Papua. Lalu, pada Agustus 2018, telah sukses juga menyelenggarakan Festival Film Papia yang kedua si Jayapura.

Sebagai informasi, Papuan Voice adalah komunitas film maker Papua yang fokus memproduksi dokumenter berdurasi pendek tentang orang dan tanah Papua. Film maker Papua hendak menyampaikan pesan-pesan kepada seluruh lapisan komunitas masyarakat di tanah Papua, Indonesia dan Internasional untuk melihat Papua melalui “mata” orang Papua sendiri dalam bentuk film dokumenter. Sehingga diharapkan orang-orang di luar Papua dapat melihat dengan perspektif baru, menghilangkan skeptis dan mengakhiri ketidakadilan apapun terhadap orang dan tanah Papua.

Papuan Voice telah memproduksi beragam jenis film dokumenter serta menyelenggarakan pelatihan-pelatihan untuk melahirkan para filmmaker di Tanah Papua. Saat ini Papuan Voice tersebar di 5 daerah di Tanah Papua, yakni : Jayapura, Keerom, Wamena, Merauke, dan Sorong dan Raja Ampat. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here