Awal bulan November 2018 ini Cef Warung Dhahar (WD) Pulo Segaran Tembi Rumah Budaya membuat kreasi kuliner yang dinamakan Pitik Abangan. Pitik adalah istilah Jawa yang merujuk pada ayam. Sedangkan abangan tidak ada kaitannya dengan teorinya Cliford Geertz dalam Abangan, Santri, dan Priyayi. Abangan di sini adalah jenis makanan yang khas dan yang hanya ada di Pundong, Bantul. Di luar wilayah itu bisa dipastikan bahwa orang akan sangat sulit untuk dapat menemukannya. Tidak percaya?

Abangan adalah salah satu jenis kuliner yang hanya ada di Pundong, Bantul. Mengapa demikian Jawabannya adalah karena Pundong sejak dulu menjadi sentra pembuatan (indutri) tepung tapioka (tepung singkong). Oleh karena itu pula orang-orang setempat telah terbiasa mengkreasi tepung tapioka menjadi aneka olahan makanan. Di antaranya diolah menjadi kerupuk dan abangan. Sedangkan ampas singkong yang dihasilkan dari proses pembuatan tepung tapioka tersebut umumnya dikeringkan dan dijual sebagai pakan ternak. Di daerah ini ampas singkong dinamakan gabul.

Tampilan Pitik Abangan ala WD Pulo Segaran Tembi Rumah Budaya. Foto: A.Sartono
Tampilan Pitik Abangan ala WD Pulo Segaran Tembi Rumah Budaya. Foto: A.Sartono

Abangan umumnya diolah menjadi semacam bakwan yang kemudian dipotong dadu. Setelah itu kemudian dibumbui sambal pedas dan digongso di atas wajan. Olahan kuliner yang disebut abangan ini kemudian digunakan sebagai lauk makan nasi, utamanya makan nasi di pagi hari (sarapan). Rasa kenyal yang “kenyil-kenyil” dari potongan abangan yang sarat sambal inilah yang mungkin menarik selera orang setempat. Selain itu, di masa lalu abangan menjadi semacam lauk alternative yang relatif pokok terutama di masa ekonomi sulit.

Cef WD Pulo Segaran Tembi Rumah Budaya mengambil abangan sebagai salah satu ikon kuliner unik dan khas dari Bantul yang kemudian dikreasi dalam sentuhan inovasi kuliner kekinian yang dinamakan Pitik Abangan. Pitik Abangan pada intinya memadukan unsur abangan dengan daging ayam. Daging ayam (bagian dada) direndam dalam bumbu rempah digoreng dalam baluran tepung terigu, dipotong dalam ketebalan 1 cm. Bumbu yang meresap sampai serat daging menjadikan daging ayamnya terasa kaya bumbu. Lapisan tepung tipis di luarnya menjadikannya krispi di luar dan yummy di dalam.

Konten Terkait:  Wedang Merdeka Menyambut HUT Kemerdekaan

Demikianpun abangan berbumbu dipotong dadu. Keduanya kemudian dimasak dengan bumbu-bumbu, antara lain cabe teropong merah dan hijau, bawang bombay, garam, lada, saus merah, dan lain-lain. Usai itu keduanya ditata dengan sangat cantik dalam sebuah wadah (piring) gerabah yang tidak kalah menariknya untuk menimbulkan kesan alamiah dan kejadulannya. Rasa krispi di bagian luar dan kenyal di dalam dari abangan menjadikan sajian ini benar-benar unik.

Kuliner unik yang hanya bisa ditemukan di Pundong ini bisa Anda nikmati di WD Pulo Segaran Tembi Rumah Budaya dalam tampilan dan olahan kekiniannya, dengan harga Rp 27.000 per porsi. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here