Puisi-Puisi Eko Winardi

0
76

Stasiun Tugu (1)

Senja itu di Stasiun Tugu
berat dan enggan tinggalkan kamu
tatap dan lambaianmu mengantarku
bersama derit roda, diatas rel berbatu

Sinar terang lampu kota yang terlihat dari jendela
berganti samar, bersulih bayang-bayang pepohonan
ditelan gelap malam
ditelan masa silam

Jogja, 2018

Subuh Yang Lain

setiap subuh selalu beda,
selalu istimewa.
sederet takbir, tasbih dan takmid,
berujung istigfar.

ketika kubuka jendela kudapat seikat cinta,
ketika kubuka pintu ada sekeranjang asa,
di pelataran, anugerah dan rejeki menanti dipunguti

Cianjur, 2018

Pesan Di Akhir Pekan

Pesanmu sudah kuterima,
yang kau kirim dengan senjata laras panjang
dan kau tulis dengan darah penuh dendam

Ya…, pesanmu sudah kuterima
menjelang subuh di akhir pekan
yang kini menebar rasa cemas dan was-was
berkecambah di setiap kepala orang

Jogja, 2018

Mengintip Hujan

lewat jendela kamar, kuintip hujan
pucuk puring basah dan kembang ceplok cawan
bergoyang pelan
kelam di luar
temaram di dalam
dingin nan pekat
mendendam

Lovina, 2018

Obituari

Ingin aku menulis tentang kamu
tentang dirimu apa adanya
agar engkau menjadi inspirasi
bagi diriku dan banyak orang

Ingin aku menulis tentang kamu
tapi tidak dalam puisi
karena aku takut semua tentangmu
akan banyak tereduksi

Ingin aku menulis tentang kamu
tidak dalam roman yang panjang
karena semua tentangmu akan tenggelam
oleh kata dan kalimat yang aku tuliskan

Ingin aku menulis tentang kamu
tapi bukan jadi sebuah berita
karena berita berita yang ada
adalah berita sampah dan murahan

Ingin aku menulis tentang kamu
dalam sebuah obituari

Cianjur, 2018

Eko Winardi lahir di Yogyakarta, tanggal 25 Desember 1963. Pendidikan SD, SMP dan SMA hingga perguruan tinggi dijalaninya di kota pelajar Yogyakarta.

Eko Winardi adalah Sarjana Seni Teater dari Institut Seni Indonesia (ISI Yogyakarta), selain aktif di dunia teater, Eko pada dekade 1980 dan 1990 banyak menulis artikel tentang kebudayaan, kesenian dan pendidikan masyarakat di berbagai media massa.

Pada tahun 1986 sd 1998, Eko Winardi menjadi pekerja LSM yang melakukan kerja sosial di berbagai komunitas, yakni: masyarakat petani, nelayan, buruh dan pedagang kecil, di Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan Papua. Dalam melakukan aktivitasnya Eko Winardi bekerja sama dengan Sanggarbambu, Yayasan KTRI, Yayasan Annisa Swasti, Yayasan Prakarsa, LSPPA, Forum LSM DIY, juga dengan pesantren-pesantren di Jawa, dan dengan Keuskupan Agats-Asmat di Papua.

Tahun 1998 s.d. 2003, Eko Winardi melakukan kerja pendampingan pada masyarakat Suku Kamoro di Timika, bekerja dengan Yayasan Pusaka Sejati yang bekerja bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika, Papua. Pada tahun 2004, Eko Winardi menyusun Program Bisnis Pengelolaan Sampah atau Program Pengelolaan Sampah Berbasis Usaha serta merintis jejaring usaha pengelolaan sampah, yaitu KUPaS (Kelompok Usaha Pengelola Sampah).

Tahun 2005-2007, Eko Winardi menjadi relawan bagi korban bencana alam:
Tahun 2005 sebagai relawan bagi korban Gempa Nias bekerjasama dengan PELKESI.
Tahun 2005 – 2006 sebagai relawan korban gempa dan tsunami Aceh mendampingi korban tsunami di NAD, bekerjarsama dengan UPLINK. Tahun 2006-2007 menjadi relawan korban Gempa Jogja berkerja sama dengan IOM mendampingi korban gempa di Bantul dan Klaten. Tahun 2007 bekerja sama dengan IOM sebagai relawan membantu korban Gempa Sumatera Barat, di daerah Padang-Panjang, Bukittinggi, Solok dan sekitarnya.

Pada akhir tahun 2007 s.d. awal tahun 2008, bersama Yayasan Pusaka Sejati mengamati kehidupan masyarakat di Pulau Serangan, Denpasar, Bali.
Tahun 2008-2009, Bersama PT Adicon & Pemda Kabupaten Mimika menyiapkan program pengelolaan sampah berbasis usaha di Kabupaten Mimika, Papua. Tahun 2009-2010, melakukan kerja pendampingan masyarakat dalam program pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Sleman, Bantul dan Kota Yogyakarta.

Tahun 2010 sampai 2013, bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gunungkidul melakukan kerja pendampingan masyarakat dalam program pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Gunungkidul. Tahun 2009-2010 dengan Forum Politisi Yogyakarta bekerja sama dengan Friedrich-Naumann-Stiftung mengadakan diskusi rutin dan menyusun silabus dan menjadi fasilitator dalam Lokakarya Manajemen Konstituen bagi Politisi (anggota legislatif dan pengurus partai) di Yogyakarta dan Jawa.

Tahun 2009 menggagas dan melakukan safari perjalanan untuk membentuk organisasi masyarakat yang mempunyai perhatian terhadap eksistensi pasar tradisional yaitu Masyarakat Peduli Pasar Rakyat Indonesia yang disingkat Madusari. Tahun 2010 sampai sekarang dengan Madusari menjadi fasilitator lapangan dalam pelaksanaan Program Pasar Rakyat Percontohan, Kementerian Perdagangan RI.
Tahun 2010 sampai 2013 dengan Arkomjogja melaksanakan program kegiatan pemberdayaan masyarakat di Komunitas Merapi, Yogyakarta, Komunitas Kalijawi Yogyakarta, Manajer Program Revitalisasi Kampung Sejarah Kotagede, Yogyakarta. Tahun 2013 sampai sekarang karyawan BTID sebagai Manager Program Pemberdayaan Masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here