Mengenal Shalawatan Jawa Di Desa Wonokromo

0
36

Indonesia merupakan negara yang kaya dengan potensi seni budaya. Kelangsungan hidup dan kelestarian seni budaya ini sangat tergantung pada pemilik dan pelakunya. Salah satunya adalah shalawatan Jawa di desa Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta.

Hakikat shalawatan Jawa adalah menyanyikan syair pujian diiringi alat musik. Shalawatan Jawa adalah bukti cinta umat Islam terhadap Nabi Muhammad SAW dengan mempelajari serta memahami sejarah nabi, membaca shalawat dan mengharapkan syafaatnya.

Shalawatan Jawa penuh dengan kearifan lokal, karena budaya Jawa dengan Islam (Arab), dapat berjalan seiring bersama-sama. Shalawatan Jawa memakai tembang Jawa dalam syair pujian dan memasukkan bahasa Arab dari kitab Al Barzanji.

Bagi masyarakat Wonokromo shalawatan Jawa memiliki peran penting karena merupakan salah satu media dakwah Islam yang cocok untuk masyarakat pedesaan. Hal ini disebabkan oleh sifatnya yang terbuka (tidak eksklusif), mendukung terciptanya ketertiban dan keamanan serta ketahanan sosial masyarakat. Shalawatan Jawa juga merupakan sarana beribadah melalui kegiatan silaturahmi, sedekah dan solidaritas sosial.

Shalawatan Jawa di Wonokromo ini dapat bertahan dan berjalan baik karena adanya beberapa modal sosial. Di antaranya kepercayaan, kejujuran, norma serta nilai yang dijunjung bersama-sama. Modal sosial yang lain adalah jaringan kerja, kesetiakawanan, rasa tanggung jawab, menghargai kearifan dan tradisi lokal, serta keselarasan. Dengan demikian baik langsung atau tidak langsung shalawatan Jawa ini ikut berperan dalam menciptakan kerukunan, mempererat persatuan dan kesatuan dalam masyarakat.

Judul : Pemberdayaan Jamaah Shalawatan Jawa Guna Memperkuat Modal Sosial
Di Desa Wonokromo Pleret Bantul (Study kasus: Melestarikan Budaya sebagai
Modal Sosial
Penulis : Irmawan, SIP., M.Si
Penerbit : B2P3KS Press, 2015, Yogyakarta
Bahasa : Indonesia
Jumlah halaman : x + 184

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here