Proses kreatif tiada henti dan bergerak dinamis yang dilakukan Teater Koma, menghasilkan karya-karya segar yang produktif sejak tahun 1977 sampai sekarang. Kali ini, Teater Koma akan menggelar karya terbaru mereka yang ke-154 dengan mengangkat kisah kehidupan para dewa dan wayang dari lakon-lakon Mahabarata.

Dalam konferensi pers di Sanggar Teater Koma, Jl Cempaka Raya No.15, Bintaro, Rabu, 7 November 2018, N Riantiarno, penulis naskah dan sutradara Teater Koma, mengatakan kepada Tembi bahwa karya yang bertajuk Mahabarata: Asmara Raja Dewa, mengangkat lakon dan kisah lama namun masih memikat. “Ini lakon para dewa dan kemudian lakon penciptaan manusia. Genesis. Lakon ini tidak masuk kepada pakem. Ini lakon yang sumbernya bisa dari mana saja, maka tak heran jika kali ini Tanah Batak, Bugis, Toraja, Bali bahkan Yunani, Mesopotamia, dan Afrika menjadi sumber yang mampu menciptakan berbagai jenis seni dan daya kreativitas manusia,” tutur N Riantiarno.

Mahabrata: Asmara Raja Dewa, mengisahkan Sang Hyang Wenang mencipta Tiga Dunia: Mayapada (dunia atas), Madyapada (dunia gelap), dan Marcapada (dunia bawah), beserta seluruh penghuninya. Terjadi perang dahsyat perebutan kekuasaan antara Idajil dan Hyang Tunggal, pewaris Wenang yang kemudian digantikan oleh Batara Guru. Inilah kisah tentang Rajadewa, Batara Guru, dalam menjaga kedamaian Tiga Dunia yang selalu diusik oleh penghuni Dunia Gelap.

Dari kiri Adi Pardianto, Perwakilan Bakti Budaya Djarum Foundation; Ratna Riantiarno, produser; Nano Riantiarno, sutradara. Foto: Image Dynamics
Dari kiri Adi Pardianto, Perwakilan Bakti Budaya Djarum Foundation; Ratna Riantiarno, produser; Nano Riantiarno, sutradara. Foto: Image Dynamics

Teater Koma menghidupkan cerita klasik dewa dan pewayangan yang dikemas secara modern di bawah asuhan N. Riantiarno dan istri, Ratna Riantiarno sebagai Pimpinan Produksi. Pementasan tersebut akan menghadirkan kolaborasi harmonis, yang tidak lepas dari peran Para Pemain, Kostum, Tata Rias, Panggung, Desain Artistik, Musik serta Multimedia.

Di bawah arahan Sutradara N Riantiarno dan Co-Sutradara Ohan Adiputra, pemain dalam pementasan kali ini didukung oleh Idries Pulungan, Budi Ros, Sari Madjid, Alex Fatahillah, Dorias Pribadi, Daisy Lantang, Ratna Ully, Asmin Timbil, Raheli Dharmawan, Toni Tokim, Bayu Dharmawan Saleh, Angga Yasti, Tuti Hartati, Dana Hassan, Suntea Sisca, Julung Zulfi, Indrie Djati, Dodi Gustaman, Sekar Dewantari, Sir Ilham Jambak, Rangga Riantiarno, dan masih banyak lagi.

Salah satu penampil dalam Pementasan - Mahabarata, Asmara Raja Dewa. Foto: Image Dynamics
Salah satu penampil dalam Pementasan – Mahabarata, Asmara Raja Dewa. Foto: Image Dynamics

Tata busana oleh Rima Ananda bersama tata rias Subarkah Hadisarjana dan tata rambut garapan Sena Sukarya dengan dukungan PAC Martha Tilaar. Akan berpadu dengan tata artistik garapan Idries Pulungan, tata cahaya besutan Deray Setyadi, latar animasi dan multimedia olahan Deden Bulqini yang akan didukung oleh 3 proyektor Epson.

Tata gerak kreasi Ratna Ully serta arahan instruktur vokal Naomi Lumban Gaol akan diiringi oleh musik komposisi dan aransemen karya komposer muda, Fero Aldiansya Stefanus. Lakon ini juga akan mendapat sentuhan tata grafis dari Saut Irianto Manik. Semua didukung oleh Pimpinan Panggung Sari Madjid, serta Pengarah Teknik Tinton Prianggoro.

Seluruh narasumber. Foto: Image Dynamics
Seluruh narasumber. Foto: Image Dynamics

Pertunjukan Mahabarata: Asmara Raja Dewa, akan dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Pusat Kesenian Taman Ismail Marzuki, setiap hari dari tanggal 16 – 25 November 2018 pukul 19.30 WIB kecuali hari Minggu, 18 dan 25 November 2018 pukul 13.30 WIB. Adapun variasi harga tiket mulai dari Rp 75.000 – Rp 500.000. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here