Malam Sastra Tembi: Setengah Abad Membaca Abjad

0
46

Sebut saja Malam Sastra Tembi, yang khusus menampilkan seorang perempuan penyair sekaligus pengajar di Fakultan Ilmu Budaya UGM, Novi Indrastuti namanya, sudah menerbitkan 3 antologi puisi yang dilengkapi foto karya Harno Depe, sehingga disebut sebagai puisi-fotografi. Bersama para pembaca yang lain, Novi, akan membacakan puisi-puisi dalam buku 3 antologi puisi karyanya. Disebut Malam Sastra Tembi, karena memang bukan Sastra Bulan Purnama yang diselenggarakan secara rutin tiap bulan.

Menandai usianya ke-50, Novi Indrastuti, yang sehari-hari sebagai pengajar di Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya UGM akan membacakan puisi-puisi karyanya yang tergabung dalam tiga buku antologi puisinya, masing-masing berjudul ‘Bingkai Kehidupan’, ‘Di Balik Lensa Kata’ dan “Kepundan Kasih’. Selain itu, Novi akan meluncurkan buku terbarunya ‘Pengantar Sastra Lisan’ yang akan diluncurkan oleh Dr. Pujiharto, Ketua Prodi Sastra Indonesia FIB UGM.

“Buku Pengantar Sastra Lisan ini merupakan buku ajar untuk mahasiswa saya,” ujar Novi Indrastuti.
Sebagai pengajar dan penyair, Novi memang rajin menulis puisi. Tiga antologi puisi yang sudah diterbitkan menunjukkan bahwa Novi cukup produktif menulis puisi, dan dia sudah mempersiapkan puisi-puisi barunya yang akan dibukukan untuk diterbitkan tahun depan.

Tajuk dari Malam Sastra ini ‘Setengah Abad Membaca Abjad, yang akan diselenggarakan Senin, 12 November 2018, pkl. 19.30 di Tembi Rumah Budaya, jl. Parangtritis Km 8,5, Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta, merupakan bentuk dari cara memaknai usia 50 tahun Novi. Karena setiap hari selalu bersentuhan dengan sastra, baik sebagai pengajar maupun sebagai kreator, Novi memilih pembacaan puisi sebagai ruang ekspresi sekaligus menandai bertambahnya usia.

Puisi-puisi Novi tidak hanya dibacakan oleh penyair, tetapi juga akan dibacakan sahabat-sahabatnya yang memiliki profesi lain, tetapi memiliki kegemaaran akan puisi, misalnya dr. Ita Fauzia, seorang dokter ahli sperma, yang sudah berulangkali membaca puisi di Tembi Rumah Budaya.
Para pembaca lain adalah guru besar dari Universitas Gadjah Mada, di antaranya Prof.Harno Dwi Pranowo, Prof. Koentjoro, Prof Arief Budiman, Prof. Budi Wignyosukarto, Prof. Cahyono Agus. Selain itu profesi notaris akan ikut membacakan puisi karyanya ialah Armansyah Prasakti, S.H. Sp.N.,M.H dan Heri Sabto Widodo, S.H.Sp.N, Ketua Ikatan Notaris Indonesia DIY.

“Karena suami saya seorang notaris, sehingga saya memiliki relasi notaris melalui suami,’ ujar Novi sambil tersenyum.

Pembaca yang lain, seorang pengacara senior sekaligus penyair dan di masa muda pernah menjadi wartawan, Kamal Firdaus. Beberapa kali Kamal Firdaus pernah membaca puisi di Tembi Rumah Budaya dan sering hadir acara Sastra Bulan Purnama.

Pembaca lainnya. Aminoto, S.H., M.Hum, pengajar di Fakultas Hukum UGM, H. Mas Yanto Herliyanto, Ketua Kavogama UGM, Dr. Wiyatmi M.Hum, pengajar di Universitas Negeri Yogyakarta, Agus Leyloor, pengajar Prodi Teater, Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogya, dan dua penyair muda Umi Kulsum dan Wahjudi Djaya.

“Puisi saya juga akan ditampilkan dalam bentuk lagu oleh Gaby-Tuhrotul-Bening,” jelas Novi Indrastuti.

Novi seperti tak bisa dipisahkan dari puisi, betapa seriusnya dia dengan puisi, sehingga skrisi S-1 da tesis S-2 berkaitan dengan puisi. Karena begitu suntuk dengan puisi, maka terasa pas jika dia mengajar mata kulian teori puisi. Dalam kata lain, keseharian Novi memang selalu bersentuhan dengan puisi.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here