Lembaga Kesenian Bali (LKB) Saraswati Jakarta menampilkan tarian Bali yang bertajuk Yadnya Dewata pada Sabtu, 3 November 2018, di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, dengan koreografer sekaligus maestro seni berdarah Bali yaitu, I Gusti Kompyang Raka.

I Gusti Kompyang Raka atau yang biasa disapa Kompyang Raka mengemas karyanya menjadi tiga genre seni meliputi seni wali (sakral), seni bebali (pelengkap upacara) dan balih-balihan (hiburan). Di dalam rangkaian itu juga ditampilkan dua tarian lepas tradisional Bali sebagai tari pembuka, dan ditutup tarian Yadnya Dewata yang mempunyai makna persembahan untuk pertiwi dari dewata Bali.

I Gusti Kompyang Raka
I Gusti Kompyang Raka

“Mereka yang tampil ini 90 persen bukan asli orang Bali, namun mereka memiliki keinginan yang kuat untuk mengenal kebudayaan Indonesia, bahkan ada yang sudah masuk sanggar sejak kelas satu sekolah dasar,” ujar Kompyang Raka di Galeri Indonesia Kaya usai pertunjukan.

Para Penari Pembuka dari LBK Saraswati Jakarta
Para Penari Pembuka dari LBK Saraswati Jakarta

Pria kelahiran 28 April 1947, di Gianyar, Bali, ini mendedikasikan dirinya bukan hanya pada bidang seni tari saja, tetapi juga pada dunia musik. Kompyang Raka berkesenian musik melalui gamelan Bali dan telah melakukan kolaborasi dengan bermacam musisi dan seniman dari berbagai genre, baik nasional maupun internasional. Ia juga pernah menjalani pendidikan Stage and Art Management di Rotterdam, Belanda.

Pengiring musik dari LBK Saraswati Jakarta
Pengiring musik dari LBK Saraswati Jakarta

“Setiap menampilkan kesenian Bali itu merupakan kebanggaan bagi saya, karena menurut saya seni Bali itu tidak ada matinya. Walaupun untuk para pemula yang mendalami kesenian khas Bali agak sulit, karena saya harus mengenalkan apa pun. Lain halnya dengan para penari asli Bali yang sudah saya latih, pastinya lebih mudah. Tapi itu bukan hambatan saya untuk terus melatih para penari agar mencintai tarian Indonesia salah satunya ya Bali,” ujar pendiri LKB Saraswati Jakarta ini. (*)

Konten Terkait:  Pameran Trilateral “Mangsimili” ala Perupa Bambang Herras

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here