Gambaran Pejabat Kerajaan Siak Sri Indrapura, Riau

0
21
Gambaran Pejabat Kerajaan Siak Sri Indrapura, Riau. Foto: A. Sartono
Gambaran Pejabat Kerajaan Siak Sri Indrapura, Riau. Foto: A. Sartono

Berikut ini adalah gambaran pertemuan/rapat/sidang di Istana Siak Sri Indrapura, Siak, Riau. Gambaran ini dapat dilihat langsung di Istana Siak Sri Indrapura, ketika memasuki bekas itu yang dijadikan museum. Tampak bahwa para pemimpin bawahan raja (sultan) duduk dalam tata urutan yang tampaknya disesuaikan dengan kedudukan masing-masing. Pakaian resmi adat Riau yang dikenakan demikian khas, yakni terdiri dari baju kurung cekak musang yang dikenakan lengkap dengan kopiah dan kain sarung tenun. Baju kurung cekak musang umumnya dibuat dari bahan berkualitas tinggi, seperti sutera atau jenis kain satin.

Dalam perjalanan sejarahnya, Kerajaan Siak dipengaruhi oleh sistem pemerintahan Kerajaan Pagaruyung (Sumatera Barat). Di Siak terdapat Dewan Menteri yang mirip kedudukannya dengan Basa Ampek Balai di Minangkabau. Dewan Menteri ini memiliki kekuasaan untuk memilih dan mengangkat Sultan Siak, sama dengan Undang Yang Ampat di Negeri Sembilan.

Dewan Menteri bersama dengan sultan menetapkan undang-undang serta peraturan bagi masyarakatnya. Dewan Menteri ini terdiri dari: Datuk Tuan Tanah Datar dengan gelar Sri Paduka Raja, Datuk Lima Puluh dengan gelar Sri Bejuangsa, Datuk Pesisir dengan gelar Sri Dewa Raja, dan Datuk Kampar dengan gelar Maharaja Sri Wangsa.

Di samping keempat datuk tersebut ada pula Datuk Bintara Kanan dan Datuk Bintara Kiri yang mengatur tata pemerintahan, hukum dan undang-undang kesultanan. Ada pula Datuk Laksamana untuk mengatur laut dan kawasannya serta Panglima untuk mengatur kawasan darat. Di luar pusat pemerintahan, Kesultanan Siak Sri Indrapura juga mengatur sistem pemerintahan di daerah. Pemerintahan di daerah-daerah dipegang oleh kepala suku yang bergelar Penghulu, Orang Kaya, dan Batin. Ketiga jabatan tersebut sama kedudukannya. Hanya saja Penghulu tidak mempunyai hutan tanah (ulayat). Dalam menjalankan tugasnya Penghulu dibantu oleh Sangko Penghulu (wakil Penghulu), Malim Penghulu (pembantu urusan kepercayaan/agama), dan Lelo Penghulu (pembantu urusan adat sekaligus berfungsi sebagai Hulubalang).

Konten Terkait:  Mengenal Lebih Dekat Museum Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Batin dan Orang Kaya adalah orang yang mengepalai suku. Jabatan ini didapat secara turun-temurun. Batin memiliki hutan tanah (ulayat). Dalam menjalankan tugasnya Batin dibantu oleh Tongkat (pembantu Batin dalam urusan yang menyangkut kewajiban-kewajiban terhadap sultan), Monti (pembantu Batin dalam urusan adat), dan Antan-antan (pembantu Batin yang sewaktu-waktu dapat mewakili Tongkat atau Monti jika keduanya berhalangan).

Pada masa pemerintahan Raja Kecil (1723-1745) selaku pendiri Kerajaan Siak Sri Indrapura, terdapat beberapa Perbatinan di sepanjang aliran Sungai Siak, yakni Perbatinan Gassib, Senapelan, Sejaleh, dan Perawang. Perbatinan di selatan Sungai Siak antara lain Sakai, dan Petalangan. Perbatinan di pulau-pulau antara lain Perbatinan Tebing Tinggi, Senggoro, Merbau, dan Rangsang. Sistem pemerintahan yang dirancang oleh Raja Kecil bertahan hingga Kesultanan Siak Sri Indrapura diperintah oleh Sultan Assyaidis Syarif Hasim Abdul Jalil Syarifuddin (1889-1908). Demikian seperti yang dituliskan oleh MasriZal Masril dalam maszal.blogspot.com.
(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here