Mengusung tema “Demo/cratic Body: How Soon Is Now?”, festival seni tari internasional yang memasuki tahun ke-26 tersebut, sudah dimulai. Terhitung sejak 1 – 10 November mendatang Indonesian Dance Festival (IDF) memiliki beragam agenda yang bisa disaksikan di Goethe Institut, Teater Jakarta (Taman Ismail Marzuki), Teater Kecil (Taman Ismail Marzuki), Graha Bakti Budaya (Taman Ismail Marzuki) dan Gallery Salihara.

Delapan negara turut terlibat dalam pagelaran IDF, yakni Indonesia, Meksiko, Perancis, India, Jerman, Australia, Korea Selatan dan Singapura. Maria Dharmaningsih sebagai Director Program IDF mengatakan banyak sekali layers yang ingin diterjemahkan dari tema tersebut. “Intinya kita mau refleksi diri, apa yang dunia tari bisa lakukan untuk Indonesia. Kita lihat banyak terjadi demonstrasi di mana-mana di tengah situasi politik saat ini. Kita ajak teman-teman koreografer bagaimana menghadapi situasi ini dan apa yang coba disampaikan lewat tari,” paparnya saat konfrensi pers di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Kamis, 30 Oktober 2018.

Srikandi Penyelenggara IDF 2018
Srikandi Penyelenggara IDF 2018

Sebagai sebuah acara dua tahunan, IDF mendorong munculnya begitu banyak koreografer terkemuka sambil berusaha keras untuk menampilkan festival yang bergengsi dan bertaraf internasional. Yang baru dari IDF tahun ini adalah mengembangkan platform Showcase IDF bukan hanya sebagai wahana presentasi dan promosi karya koreografer muda, tetapi juga sebagai platform pertukaran, belajar bersama, eksperimentasi melalui rangkaian kegiatan Akademi IDF, dan presentasi akhir di Festival IDF.

Format Showcase berkembang menjadi forum berdurasi panjang dan intensif. Kemudian istilah ‘showcase’ diganti menjadi Kampana, dalam bahasa sansekerta berarti “yang memiliki getaran”. Kata ini dipilih dengan harapan agar platform ini akan menjadi titik getar dengan resonansi yang dapat menjangkau praktik dan gagasan koreogafi beserta dengan kekuatan jaringan gagasannya.

Koreografer muda pun diseleksi secara ketat dan akan didampingi oleh tim kuratorial IDF yang terdiri dari Helly Minarti, Arco Renz, Nia Agustina, Linda Agnesia, dan Taufik Darwis. Seniman partisipan/koreografer muda ditantang untuk bersama-sama dengan IDF memperluas jangkauan resonansi pengetahuan koreografi dan berkomitmen mengikuti seluruh proses yang dielaborasi di dalam rangkaian kegiatan Akademi IDF.

Konten Terkait:  Adit Mewujudkan Suatu Perubahan

Meski sudah berjalan sejak tahun 1992, tentu masih banyak kendala yang dilalui IDF. Dalam konferensi pers, Nungki Kusumastuti sebagai Direktur Keuangan IDF, mengungkapkan dana dan sponsor menjadi masalah terbesar dalam setiap festival di Tanah Air.

Bersama Eun Me Ahn Penari Dari Korea Selatan
Bersama Eun Me Ahn Penari Dari Korea Selatan

“Kami sebagai penyelenggara adalah seniman, bukan pebisnis jadi tidak ada modal untuk produksi, bukan tidak ada yang mau membantu, hanya saja prosedur turun uang dari pemerintah kan cukup rumit, dan sponsor swasta pun sekarang punya prosedur rumit juga, sementara produksi kami harus jalan terus. Tapi kami yakin, karena festival ini bukan hanya bermanfaat bagi seni tari khususnya, juga sangat bernilai ekonomi. Bukan hanya disaksikan oleh masyarakat Indonesia, tetapi dunia,” papar wanita yang masih aktif dalam dunia seni peran ini.

Konferensi Pers IDF 2018
Konferensi Pers IDF 2018

Kata kunci IDF tahun ini adalah ‘regenerasi’ dengan adanya program Kampana, mengajak generasi milenial aktif terjun dalam perhelatan IDF bukan hanya sebagai koreografer, tetapi dalam manajemen event, juga melakukan survei penonton dan penilaian tari kotemporer dari generasi muda. “Kenapa kami yakin, karena kita di sini memiliki ‘materi konten’ yang kuat, kita punya keberagaman tradisi yang bisa dikembangkan menjadi apa saja, dan bisa berkolaborasi dengan seni apa saja,” ungkap Nungki.
Penasaran dengan rangkaian acara seru dari Indonesian Dance Festival selama beberapa hari ke depan, bisa dilihat di Instagram resmi @idfjakarta dan di web Indonesia Dance Festival , http://indonesiandancefestival.id/. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here