Banyak Juga Peserta Lomba Berpidato Bahasa Jawa

0
32
Para juara lomba berpidato bahasa Jawa di BPNB Yogyakarta-foto-suwandi
Para juara lomba berpidato bahasa Jawa di BPNB Yogyakarta-foto-suwandi

Bahasa Jawa di Yogyakarta masih hidup dan digunakan sehari-hari oleh masyarakatnya, termasuk oleh generasi muda, walaupun dalam komunikasi informal dan dalam bentuk bahasa ngoko. Namun, tidak berarti mereka tidak bisa berbahasa halus atau bahasa krama. Nyatanya, ketika Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Yogyakarta mengadakan Lomba Pidato Berbahasa Jawa yang diselenggarakan pada 9—11 Oktober 2018, ada 100 siswa SMP sederajat yang mengikuti lomba. Para siswa tersebut berasal dari Kota Yogyakarta dan empat kabupaten di DIY, meliputi Bantul, Gunungkidul, Kulonprogo, dan Sleman.

Salah satu penampilan siswa SMP berpidato bahasa Jawa dengan peraga wayang kulit di BPNB Yogyakarta-foto-suwandi
Salah satu penampilan siswa SMP berpidato bahasa Jawa dengan peraga wayang kulit di BPNB Yogyakarta-foto-suwandi

Dra Titi Mumfangati, Ketua Panitia Lomba dari BPNB Yogyakarta sangat senang dengan minat para generasi muda Jawa yang antusias mengikuti lomba ini, padahal baru pertama kali digelar. Ternyata para siswa sangat terampil dan luwes menggunakan bahasa Jawa krama di hadapan publik. Hal ini bisa menjadi dasar dalam pelestarian bahasa Jawa, khususnya di wilayah Yogyakarta, yang ditetapkan sebagai Daerah Istimewa Yogyakarta. Hanya saja memang sangat terasa, bahasa Jawa yang digunakan oleh para peserta lomba “berasa” bahasa Indonesia. Tetapi tidak masalah, karena memang bahasa Jawa dan bahasa Indonesia, merupakan dua bahasa “dwilingual” yang digunakan secara aktif oleh para siswa peserta lomba.

Siswa lain menunggu giliran berpidato bahasa Jawa di BPNB Yogyakarta-foto-suwandi
Siswa lain menunggu giliran berpidato bahasa Jawa di BPNB Yogyakarta-foto-suwandi

Lomba pidato berbahasa Jawa dilaksanakan di pendopo kantor BPNB dan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY, Drs Kadarmanta Baskara Aji. Sementara tim juri terdiri atas: Drs Sukisno, MSn, Dra Sri Nardiati, MHum, dan Ki Purwadmadi. Dalam lomba ini diambil 5 juara dan 5 nominator. Setelah lomba usai, diumumkan sebagai pemenangnya. Juara I Nuur Laila Khoirunnisa (SMPN 1 Temon), Juara II Rohyan Arya Pangestu (SMPN 1 Semanu); Juara III Gymna Cahyo Nugroho (SMPN 2 Wonosari); Harapan I Annisa Wibowo (SMPN 1 Kalasan), dan Harapan II Febriano Agung Nugroho (SMPN 1 Pleret). Para pemenang selain mendapat uang pembinaan, juga mendapat tropi dan sertifikat. (*)

Konten Terkait:  Karnaval Selendang Sutera, Merawat Kebhinekaan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here