Pantomim adalah pertunjukan teater yang menggunakan isyarat dalam bentuk mimik wajah atau gerak tubuh sebagai bahasa utamanya, telah ada sejak zaman Romawi Kuno. Berbagai sumber menyebut, kepopuleran pantomim sebagai lakon komedi dimulai abad ke-16 di Italia. Indonesia pun memiliki tokoh pantomim yang cukup populer antara lain Jemek Supardi, Septian Dwi Cahyo yang kerap menghias layar kaca Indonesia. Kepiawaian dalam bermain pantomim tentu tidak lepas dari ketekenunan para pemain dalam berlatih.

Natthapol Khoommetha (Tha), salah satu anggota dari grup pantomim Babymime yang populer asal Thailand, mengatakan kepada Tembi di sela-sela workshop seni olah tubuh pada Selasa 16 Oktober 2018 di Bentara Budaya Jakarta, bahwa belajar pantomim sebenarnya tidak sulit dan bisa belajar di mana saja. Workshop tersebut merupakan rangkaian dari program pertunjukan Puppetomime yang diselenggarakan pada malam harinya, sebuah pertunjukan kolaborasi pantomime dengan teater boneka.

Peserta sedang melakukan workshop seni olah tubuh, foto oleh Natalia S
Peserta sedang melakukan workshop seni olah tubuh, foto oleh Natalia S

Tha memberikan workshop kepada kurang lebih dua puluh peserta. Workshop tersebut mengajarkan kepada peserta bahwa belajar pantomim bisa dimana saja dan kapan saja. Tha memberikan contoh dengan melenturkan beberapa bagian tubuh ke belakang, ke depan dan ke samping yang kemudian ditirukan oleh peserta, dengan antusias. Workshop tersebut berlangsung selama kurang lebih dua jam.

Tha juga menceritakan untuk bisa seperti sekarang (profesional), ia berlatih setiap hari dengan ketekunan yang ia lakukan bertahun-tahun. Misalnya ketika ia sedang sikat gigi, secara bersamaan ia memutarkan dan melenturkan kepalanya. Juga kegiatan rutinitas lainnya, ia sempatkan dengan melatih otot-otot tubuhnya. Tha mengatakan, setelah otot tubuhnya sudah hafal dan bisa dengan gerakan yang ia pelajari, baru ia mulai mengurangi frekuensi latihannya.

Salah satu peserta workshop, foto oleh Natalia S
Salah satu peserta workshop, foto oleh Natalia S

Pertunjukan pada malam harinya, Tha tidak bersama kelompok Babymine biasanya. Ia ditemani oleh dua rekannya Sirikarn Bunjongtad (Jae) dan Ariya Theprangsimankul. Jae adalah seorang dalang dan pembuat boneka, sedangkan Ariya adalah aktor dan penari Butoh. Ariya mengatakan kepada Tembi, mereka membawakan garapan kolaborasi untuk malamnya dari masing-masing profesi, garapan tersebut berbeda dari garapan babymine sebelumnya.

Konten Terkait:  Sampah pada Pameran Hip Hip Hura Hura di BBY

Ariya sebagai dalang dan pembuat boneka, mengatakan Indonesia pun turut andil memberikan warna baru dalam teater boneka saat ini seperti yang dihadirkan oleh Pesta Boneka di Yogyakarta pekan lalu. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here