Sebagai wujud kepedulian terhadap peristiwa gempa bumi dan tsunami yang belum lama ini melanda sebagaian kawasan di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat, para gitaris Indonesia berkerjasama dengan  Bentara Budaya Jakarta menggelar acara yang bertajuk “Gitaris Indonesia Peduli Negeri: Musik dan Syair Solidaritas”, Kamis (11/10/18) malam hari di Bentara Budaya Jakarta.

Sejumlah 65 gitaris dan penyanyi serta 5 pinyair mengekspresikan rasa empati dan doa demi menguatkan para korban bencana. Melalui lantunan musik dan puisi, para seniman ini membagi pssan kebersamaan sekaligus menggugah khalayak untuk terus membantu pemulihan daerah yang terkena bencana lewar berbagai dukungan cara dan donasi.

Sapardi Djoko Damono Membacakan Puisi
Sapardi Djoko Damono Membacakan Puisi

Gitaris-gitaris Indonesia yang unjuk gigi membawa sepilihan lagu yang selaras dengan langgam gaya musikalnya masing-masing, seperti formasi blues, rock, akustik, dan jazz. Ada pula komposisi yang dipersembahkan oleh gitaris generasi terkini serta penampilan khusus dari para legenda gitaris Indonesia.

Adapun seniman yang membacakan sajaknya ialah Inaya Wahid, Jolo Pinurbo, Maryam Supraba, Sapardi Djoko Damono, dan Saras Dewi. Mereka mempersembahkan puisi yang merespon peristiwa gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala pada 28 September 2018 silam berikut peristiwa bencana alam lain di Indonesia. Penyair Sapardi Djoko Damono di atas panggung konser juga melelang lukisan karyanya sebagai bentuk donasinya. Lukasinya, terjual sebesar Rp11 juta rupiah.

Ketua Panitia Acara, Putu Fajar Arcana menjelaskan bahwa acara ini bermula dari ide spontan Dewa Budjana dan Aria Baron serta penyanyi Oppie Andaresta tentang bagaimana cara turut menggugah kepedulian terhadap peristiwa bencana. Ternyata, tambah Putu, niatannya itu disambut antusias oleh gitaris-gitaris Indonesia dan penyair.

Ebiet G Ade Ikut Menyumbangkan Suara
Ebiet G Ade Ikut Menyumbangkan Suara

“Banyak seniman yang ingin berpartisipasi. Melalui musik dan puisi, para seniman ingin mengirimkan pesan cinta kepada saudara-saudara kita di Sulawesi Tentah dan Nusa Tenggara Barat. Semoga semangat ini dapat mengetuk lebih banyak hati pars dermawan dalam membantu saudara-saudara kita yang tengah tertimpa musibah,” tutut Putu.

“Kita harus bersama-sama dalam menghadapi kesulitan. Bangsa ini sedang dirundung bencana secara bertubi-tubi. Kami para gitaris tak bisa asyik-asyik saja sementara ada yang menderita di sekitar kita. Inilah yang kami bisa,” kata Baron.

Dalam acara ini, ada 13 formasi yang dikelompokkan berdasarkan genre musik masing-masing.
Ada Six String, Session Guitarist, Millenial Formasi, Rock-3, ZAD, Blues Formasi, Rock-1, Ebiet G Ade, Akustik Formasi, Jazz Formasi, Jopie Item and Friends, Rock-2, dan Ian Antono feat Armand Maulana.

Inayah berujar, lewat puisi, mereka ingin membawa kabar kebersamaan bahwa para korban bencana tidak sendiri mengahadapi penderitaan.
“Kami ada untuk mereka,” kata Inaya Wahid, yang juga putri bungsu Presiden keempat Abdurrahman Wahid.

Dalam acara yang dibalut musik dan syair ini, selain lagu, juga akan diisi dengan pelelangan gitar yang ditandatangani para gitaris kenamaan. Acara ini dipandu oleh Olga Lydia dan Steny Agustaf. Mereka akan didampingi  wartawan Kompas, Mohammad Hilmi Faiq, dan penyair Ni Made Purnamasari. DoniHardono dari DSS Sound System dan Ria Martha dari Q+ Production juga akan mendukung acara ini.

Keduanya kemudian dilengkapi kehadiran Firman dari Indonesian Crew Band, yang kemudian bahu-membahu menjadi penyelenggara acara. Nantinya, seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan melalui rekening Dana Kemanusiaan Kompas (DKK) untuk selanjutnya dipergunakan sebaik-baiknya dalam pemulihan kondisi berbagai sektor yang luluh-lantak di Palu dan Donggala (Sulawesi Tengah), serta Lombok (Nusa Tenggara Barat), setelah dilanda gempa dan tsunami.

Yang membuat penonton terkejut pada konser ini adalah saat 10 menit acara baru dimulai, pembaca acara memberitahu kepada para penonton perihal donasi yang sudah terkumpul. Saat itu, donasi yang terkumpul sudah Rp56 juta.

Selain lewat cara mentransfer bantuan melaui Dana Kemanusiaan Bank BCA rek. 0123021433, penonton acara ini juga dapat menyumbang dengan lelah tempe pangan lokal, lelang gitar, lelang karikatur dan kotak donasi yang seluruhnya diamalkan bagi para korban bencana.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here