Pondok Gule dan Tengkleng Krapyak Menyajikan Menu dan Bumbu Natural

1
42
Pikulan gule tradisional di Pondok Gulai dan Tengkleng Krapyak-Foto-A.Sartono
Pikulan gule tradisional di Pondok Gulai dan Tengkleng Krapyak-Foto-A.Sartono

Tengkleng dan gule kambing/domba merupakan sajian makanan yang sangat populer di Jawa. Tengkleng merujuk pada suguhan atau menu yang berbahankan tulang-tulang kambing/domba yang padanya masih terdapat sisa daging dan sumsum. Bahan ini diolah dengan bumbu yang kaya rempah dengan kuah yang relatif encer dibandingkan gule. Dengan demikian, kuah tengkleng terkesan lebih ringan dan segar daripada gule.

Tengkleng banyak disukai karena menurut para penikmat daging, daging di bagian yang menempel tulang terasa lebih nikmat disantap. Daging di bagian ini umumnya bukan daging murni namun sering menjadi satu dengan sedikit lemak, koyor, dan tulang lunak. Semuanya menjanjikan santapan daging yang unik dan lebih lezat daripada daging murni yang cenderung terasa sepa (kurang kaya rasa).

Dari sekian warung makan yang menyuguhkan menu tengkleng dan gule adalah Pondok Gulai dan Tengkleng Krapyak. Dinamakan demikian karena warung makan ini terletak di Dusun Krapyak, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta, tepatnya berada di Jl. KH Ali Maksum (depan SMA Ali Maksum Pondok Krapyak). Warung makan ini buka setiap hari pukul 10.00-21.00 WIB.

Tengkleng dan gule dari warung makan ini terasa berbeda dengan tengkleng dan gule dari warung makan lain. Ada pun letak istimewanya adalah pada bahan baku dan bumbunya. Bahan baku untuk tengkleng dan gule pondok makan ini berasal dari domba/kambing hasil peternakan sendiri yang dinamakan Badra Jaya Farm. Dengan demikian mutu daging atau hasil ternaknya jelas terkontrol. Jadi, bukan asal membeli kambing/domba di pasar dan kemudian menyembelihnya dan mengolahnya sendiri.

Bahan tengkleng di Pondok Gule dan Tengkleng Krapyak siap memanjakan lidah-Foto-A.Sartono
Bahan tengkleng di Pondok Gule dan Tengkleng Krapyak siap memanjakan lidah-Foto-A.Sartono

Pondok Gulai dan Tengkleng Krapyak menolak menggunakan micin atau vetsin. Hal ini sudah menjadi komitmen warung makan ini. Dengan demikian, warung makan ini lebih mengandalkan persoalan takaran dan komposisi bumbu rempahnya yang kaya. Tembi.net yang berkesempatan mencicip menu dari warung makan ini dapat dengan segera merasakan bahwa olahan warung makan ini nirmicin begitu menyantap. Jadi, rasa gurih dan aroma rempah yang harum memang terkesan demikian natural. Selain kuah tengkleng yang tidak terlalu kental, kuah gule dari warung makan ini pun tidak terlampau kental. Jadi, bagi orang yang tidak terlalu suka kuah santan sangat cocok menyantap gule dan tengkleng di warung makan milik Anjar (40) ini.

Konten Terkait:  Di Jakarta Namanya Kembang Tahu, di Yogya Namanya Wedang Tahu
Tengkleng dan gule dari Pondok Gulai dan Tengkleng Krapyak-Foto-A.Sartono
Tengkleng dan gule dari Pondok Gulai dan Tengkleng Krapyak-Foto-A.Sartono

Warung ini juga menyediakan menu lain seperti sate, sate maranggi, tongseng, nasi goreng kambing, sate klatak, oseng mercon, rica domba, dan tongseng ayam. Sekalipun demikian, gule, tengkleng, tongseng, dan sate merupakan menu favorit yang paling disukai pelanggan. Untuk harga dari menu-menu tersebut berkisar antara Rp 9.500-20.000 per porsi. Sedangkan untuk nasi putih dipersilakan ambil sendiri dan itu hanya akan dihitung Rp 1.000 saja.

Bagi para penggemar olahan daging domba/kambing, Pondok Gule dan Tengkleng Krapyak patut dicoba. Nirmicin dan bahan baku kambing/domba yang merupakan hasil peternakan sendiri memberikan kesan olahan menu yang lebih natural dan lebih sehat. Selain semuanya itu, warung makan ini juga melayani aqiqah, tasyakuran, ater-ater, kambing guling, nasi box, dan lain-lain. Dalam kesehariannya warung makan ini dioperasikan oleh Tri Handayani (23) dan Wulan (20). (*)

PETA LOKASI:

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here